Home / Kesehatan / Penjernihan Air Berbasis Fotokatalis TiO2 untuk Sumbawa Sehat

Penjernihan Air Berbasis Fotokatalis TiO2 untuk Sumbawa Sehat

Oleh: Yesi Safitri (Mahasiswa Fakultas Teknobiologi Universitas Teknologi Sumbawa)

SUMBAWA BESAR, SR (03/02/2018)

Air merupakan salah satu komponen penting kebutuhan hidup manusia di dunia ini. Air bersih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan air minum, memasak, mandi maupun mencuci. Pemenuhan kebutuhan air bersih saat ini sudah mulai berkurang, karena penurunan kualitas maupun kuantitas air di lingkungan. Penurunan kualitas air dapat disebabkan karena pencemaran air. Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran air menjadi masalah yang besar. Dampak langsung dari pencemaran air adalah terjadi degradasi air di mana-mana, baik itu di air tanah, air sungai, maupun air laut (Achmad, 2004). Beberapa contoh pencemaran air terjadi di beberapa daerah antara lain pada sungai Brang Biji, Sumbawa-Nusa Tenggara Barat (NTB). Pencemaran air bersih mengakibatkan kasus diare pada masyarakat yang menggunakan sumber air tercemar tersebut (Suara Merdeka-a, 2008). Pencemaran air menyebabkan penyakit typus, diare maupun demam (Suara Merdeka-b, 2008). Begitu pula kasus yang terjadi di daerah lainnya seperti Sekotong Tengah (Suara Merdeka-c, 2008). Dari kasus tersebut, kesamaannya adalah air yang dikonsumsi mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) yang melebihi batas ambang yang diperkenankan pada air yang memenuhi syarat dikonsumsi.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mendapatkan air bersih yang bebas dari pencemaran akibat banyaknya aktivitas manusia dewasa ini. Secara umum ada empat kegiatan dalam siklus perputaran air berkaitan aktivitas manusia, yaitu eksplorasi air, konsumsi air, produksi air limbah dan penjernihan air limbah. Pada kegiatan keempat yaitu penjernihan air limbah, terdapat beberapa proses, antara lain penyaringan, sedimentasi, filtrasi dan disinfektansi. Meskipun sistem penjernihan ini tergolong efektif, namun demikian masih cukup mahal terkait dengan sistem dan material yang digunakan (Widiyanti, 2004).

Untuk mengatasi hal tersebut maka pada saat ini mulai diperkenalkan teknologi pemanfaatan fotokatalis sebagai fotodegradasi polutan menggunakan material oksidasi fotokatalis. Oksidasi fotokatalis merupakan proses partikel semikonduktor di dalam suspensi air limbah menangkap cahaya ultra-violet (UV) dan selanjutnya energi ini digunakan untuk menghasilkan pasangan elektron dan lubang (hole). Pasangan elektron-hole ini selanjutnya berdifusi ke permukaan partikel yang kemudian mengoksidasi dan mereduksi polutan-polutan beracun (Subiyanto, 2009). Keuntungan dari oksidasi fotokatalis adalah sumber energi yang digunakan melalui pemanfaatan cahaya matahari. Selain itu oksidasi fotokatalis akan mengubah senyawa-senyawa berbahaya dan beracun di dalam air menjadi senyawa yang tidak berbahaya seperti karbondioksida (CO2) dan air (H2O). Material oksidasi fotokatalis yang dapat digunakan adalah TiO2 (Tian J., 2009). Penelitian mengenai material TiO2 sebagai oksidasi fotokatalis untuk sistem penjernih air limbah sangatlah penting dilakukan dengan metode yang sederhana dan relatif murah.

Penelitian pengolahan air limbah oleh Chang (2000), telah dilakukan dengan melewatkan air limbah di dalam media kaca yang dilapisi dengan TiO2 serta diberi paparan cahaya UV dapat membunuh 100% bakteri yang terkandung dalam air limbah tersebut. Penelitian lain dengan sistem penjernih menggunakan cahaya UV dengan panjang gelombang 254 nm telah dapat menghilangkan 99,99% bakteri patogen dan 99,99% virus (Abbaszadegan, 1997). Dalam penelitian ini, sistem penjernih air dengan material TiO2 digunakan untuk mengolah limbah yang tercemar polutan organik E. coli. Peranan material TiO2 di sini apabila dikenai cahaya UV akan merusak bakteri E. coli sehingga akan mereduksi keberadaannya di air (Chang, 2000). Karbon aktif akan digunakan sebagai material penyerap, dan media tempat pelapisan material TiO2. Karbon aktif dapat digunakan untuk mengadsorpsi zat pencemar, sebagian zat pencemar akan teradsorpsi di permukaan luar, dan sebagian besar akan teradsorpsi di dalam poripori karbon aktif dengan cara difusi (Basuki, 2007). Pengkombinasian karbon aktif dengan TiO2 dalam penelitian ini dimaksudkan agar marterial-material tersebut saling melengkapi peranannya dalam sistem penjernih air diperoleh air bersih yang layak konsumsi. (*)

Lihat Juga

Gagal Tahun Lalu, SMPN 1 Sumbawa Bertekad Juara OSN 2018

SUMBAWA BESAR, SR (20/02/2018) SMP Negeri 1 Sumbawa tak ingin mengulang kegagalan Tahun 2017 lalu. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *