Home / MATARAM / Mahasiswa UIN Imam Bonjol Didorong Ikut Proses Menentukan Arah Bangsa

Mahasiswa UIN Imam Bonjol Didorong Ikut Proses Menentukan Arah Bangsa

SUMATERA BARAT, SR (09/02/2017)

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mendorong para mahasiswa, termasuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi Islam untuk ikut secara aktif dalam proses menentukan bagaimana arah bangsa Indonesia ini ke depan. Sebab, menurut Gubernur Tuan Guru Bajang (TGB)—sapaan akrabnya, ikhtiar dan dakwah yang dilakukan para mahasiswa Islam adalah bagaimana ikut secara aktif membangun negara dan meletakkan negara ke depan pada konteks persaingan global. “Karena jika ada bagian dari warga negara yang paling bertanggung jawab terhadap masa depan Indonesia, itu adalah umat Islam,” ungkap Gubernur saat Kuliah Umum Semester Genap dengan tema Merajut Kebersamaan dalam Keragaman Peran dan Profesi di UIN Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat, Kamis (8/2).

Selain itu, TGB mengajak mahasiswa untuk tidak lagi mempertentangkan antara agama dan nasionalisme. Meskipun perdebatan tentang negara atau bangsa sudah cukup lama terjadi di dunia ini, yang menyebabkan sebagian umat Islam merasa berat bahkan ada yang tidak mau mengikuti dan mengakui sistem politik yang ada. Namun sebenarnya lanjut TGB, jika kembali ke hazanah yang dijelaskan panjang lebar oleh ulama, maka negara dan agama itu seperti saudara kembar.

Dari sini lanjut TGB, negara dalam makna satu organisasi besar yang sudah disepakati, lalu menetapkan visi yang sama. “Selanjutnya, kita juga membangun cita-cita yang sama dengan batas teritorial tertentu. Di dalam kesamaan itu semua, masyarakat saling memahami sebagai suatu bagian dari negara itu. “Sebenarnya bukan sesuatu yang asing dalam pemahaman para ulama,” terang TGB.

Memang negara bangsa yang lahir pada pertengahan abad ke 20 itu yang sering kemudian mendistorsi dan menganggap bahwa ada bagian dari negara bangsa itu yang tidak sesuai dengan Islam. Jika masuk ke konteks negara, Indonesia menurut TGB adalah negara bangsa yang seluruh persyaratan untuk membangun dan mewujudkan kemaslahatan semua, dalam konsep Islam, ada di Indonesia. “Walaupun bukan negara Islam, tapi Indonesia merupakan negara yang memiliki sistem yang mampu membawa kemaslahatan bagi seluruh masyarakatnya,” jelas Gubernur.

Rektor UIN Imam Bonjol, Dr. Eka Putra Wirman menyampaikan bahwa maksud menghadirkan TGB ke UIN Imam Bonjol Padang adalah untuk membangkitkan rasa percaya diri sebagai akademisi pendidikan berbasis Islam. “Karena sebagian dari kita merasa minder atau pesimis. Tetapi dengan hadirnya TGB, saya harap bisa membangkitkan percaya diri kita sebagai akademisi muslim,” harap Rektor. (JER/SR)

Lihat Juga

Dinilai Tidak Adil, Ali-Sakti Dukung Pembentukan PPS

SUMBAWA BESAR, SR (22/02/2018) Keinginan masyarakat Sumbawa untuk memisahkan diri dari Pulau Lombok dengan membentuk ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *