Home / HukumKriminal / Seorang Guru Pingsan Dihajar Saat Mengajar

Seorang Guru Pingsan Dihajar Saat Mengajar

SUMBAWA BESAR, SR (19/02/2018)

Sri Nurdiana Rayes (55) terpaksa dirujuk di RSUD Sumbawa dan harus mendapat penanganan medis secara intensif. Kondisi yang dialami guru PNS yang mengajar di TK Alam Budaya Ringgi, Desa Kalabeso, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa ini akibat dihajar seorang ibu rumah tangga berinisial NJ (53), Sabtu (17/2) kemarin. Korban dihajar saat sedang mengajar di dalam kelas hingga tidak sadarkan diri. Selain itu kepala dan bibirnya menderita luka lebam.

Menurut informasi di Bagian Humas Polres Sumbawa, kasus penganiayaan ini terjadi begitu cepat. Saat itu korban sedang mengajar di dalam kelas TK Alam Budaya Ringgi. Tiba-tiba datang pelaku dan masuk ke dalam ruang kelas. Sembari marah-marah, pelaku menganiaya korban dengan cara memukul berulang kali di bagian wajah dan kepala korban. Tak hanya itu rambut korban dijambak. Guru lain yang melihat kejadian tersebut bergegas datang melerai. Setelah itu pelaku meninggalkan korban yang jatuh pingsan. Melihat kondisi korban, para guru melarikannya ke Puskesmas setempat yang kemudian dirujuk ke RSUD Sumbawa.

Kapolsek Buer, IPTU Lalu Herman yang dikonfirmasi Senin (19/2) sore tadi, membenarkan adanya kasus tersebut. Kasus ini bermula dari adanya salah pengertian antara korban dan anak pelaku yang juga mengabdi di TK tersebut. Namun pelaku ikut campur lalu menganiaya korban. Sejauh ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti. Lalu Herman mengakui penanganan kasus ini sedikit terlambat. Ini karena korban yang didampingi kuasa hukumnya melaporkan kasus itu ke Polres Sumbawa. Dari Polres, penanganan kasus ini dilimpahkan ke Polsek Buer. “Hasilnya visumnya juga masih di RSUD Sumbawa,” imbuhnya.

Sementara itu Nekki Hendrata SH selaku Kuasa Hukum Korban, mengaku belum mengetahui secara pasti motif dan kronologis kejadian. Pihaknya belum bisa terlalu banyak meminta keterangan korban karena sejak Minggu (18/2) kemarin masih menjalani opname di RSUD Sumbawa. Namun demikian persoalan itu sudah diselesaikan melalui jalur hukum. Mengenai kelanjutan kasus ini, Neki menyerahkan kepada korban. “Mau dilanjutkan ke pengadilan kami siap, mau diselesaikan secara kekeluargaan itu terserah korban,” pungkasnya. (JEN/SR)

 

 

Lihat Juga

Bupati Sumbawa Kukuhkan Paskibraka 2018

SUMBAWA BESAR, SR (15/08/2018) Bupati Sumbawa H.M Husni Djibril B.Sc mengukuhkan 52 orang anggota Paskibraka ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *