Home / HukumKriminal / Buang Bayi di Pantai, Pasangan Aborsi Ditangkap

Buang Bayi di Pantai, Pasangan Aborsi Ditangkap

SUMBAWA BESAR, SR (15/02/2018)

Tidak sampai seminggu jajaran Polsek Plampang berhasil mengungkap kasus mayat bayi yang ditemukan di pesisir pantai Dusun Labuan Jontal, Desa Teluk Santong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Hal ini setelah polisi menangkap pasangan kekasih berinisial IY (16) gadis remaja tamatan SMP dan AN (19) seorang mahasiswa, Kamis (15/2). Pasangan warga Kecamatan Plampang ini merupakan orang tua dari bayi berjenis kelamin perempuan yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bungkusan plastic dalam kardus, 11 Februari lalu.

Saat diperiksa Kanit Reskrim Polsek Plampang, Bripka Suhadi, IY—ibu bayi mengaku jika orok bayi tersebut hasil hubungan gelap dengan pacarnya, AN. Dia hamil dan melahirkan tanpa bantuan orang lain. Ketika dilahirkan bayi sudah dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya mayat bayi ini dibungkus menggunakan kain berwarna biru dimasukkan ke kantong plastik. Setelah itu jasad bayi yang sudah terbungkus rapi dan dimasukkan ke kardus dibuang di pinggir pantai Labuan Jontal, hingga akhirnya ditemukan membuat warga setempat geger.

Kapolsek Plampang, AKP Abdul Sani yang dikonfirmasi SAMAWAREA di ruang kerjanya membenarkan telah menangkap pasangan kekasih yang diduga sebagai pelaku aborsi. Rencananya pasangan itu akan dilimpahkan ke Polres Sumbawa guna penanganan lebih lanjut.

Seperti diberitakan, warga Dusun Labuan Jontal, Desa Teluk Santong, Kecamatan Plampang, geger. Sesosok mayat bayi ditemukan di pesisir pantai belakang pemukiman setempat, Minggu (11/2) pagi pukul 07.00 Wita. Orok yang diduga hasil aborsi ini pertamakali ditemukan Nursidah alias Ibu Iduk (40) dan Rosmayanti (30)—keduanya warga Labu Jontal. Menurut keterangan Ibu Iduk, sebelum itu dia pergi membuang sampah ke pinggir pantai. Ia curiga melihat tas plastik warna hitam. Dia mendekat dan sekilas melihat sesosok bayi yang dibungkus dalam kain warna hitam di dalam tas plastik tersebut. Ibu Iduk curiga lalu memanggil Ibu Ibu Rosmayanti untuk bersama-sama mengecek lebih isi tas plastik itu. Ternyata benar isinya orok bayi yang sudah meninggal. Kemudian bayi itu dibawa ke pinggir jalan di pemukiman warga yang jaraknya sekitar 10 meter dari TKP dan diletakan di dalam sebuah kardus. Selanjutnya warga melaporkannya ke Polsek Plampang. Dari keterangan petugas medis Puskesmas Plampang dr Erna Istanti R bahwa diperkirakan bayi merupakan hasil aborsi yang usia kandungan sekitar 5–6 bulan. Diperkirakan aborsi dilakukan sekitar 4 atau 5 jam sebelum ditemukan bayi malang tersebut. Sebab masih ada darah segar pada mayat bayi berjenis kelamin perempuan ini. Setelah itu mayat bayi dibawa ke Dusun Labuan Jontal Desa Teluk Santong Kecamatan Plampang dan diserahkan kepada pihak desa untuk dilakukan proses pemakaman. (BUR/SR)

Lihat Juga

Kejari Sumbawa Distribusi Bantuan ke Titik Gempa

SUMBAWA BESAR, SR (15/08/2018) Bantuan dari Kabupaten Sumbawa terus mengalir ke korban gempa di Pulau ...

One comment

  1. Irwan Satriawan, ST., MT.

    Apa yg terjadi merupakan pelajaran berharta bagi kita semua, dan hubungan asusila/zina yg terjadi dikalangan remaja putra putri tersebut dpt dieliminir dgn membentuk mental, karakter, moral, wawasan dan kesadaran anak melalui Pendidikan akhlaqul karimah.
    Terlebih dgn memasukan anak2 usia sekolah ke Pondok Pesantren yg mana diponpes bukan hanya pelajaran sekolah pada umumnya namun jg Pendidikan akhlaqul karimah secara Agama.
    Sangat disarankan jika punya anak utk segera memasukannya ke.Ponpes agar anak2 selalu disibukan belajar, mengenal diri dan ilmu Pengetahuan serta Agama utk Dunia akhirat bagi Nusa Bangsa.
    kami dari Ponpes Al -Majidiyah NW Sumbawa siap menerima peserta didik Santri/Santriwati tingkat SMP/MTs, dan SMU/MA,dgn kontak Whatsapp 085253611807

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *