Home / HukumKriminal / Suami Kabur, Istri Pengedar Besar Narkoba Dibekuk

Suami Kabur, Istri Pengedar Besar Narkoba Dibekuk

SUMBAWA BESAR, SR (12/02/2018)

EV (41) tak menyangka bisa mendekam di balik jeruji besi penjara akibat ulah sang suami. Bahkan ibu rumah tangga ini tidak mengetahui sampai kapan dia harus berurusan dengan hukum. Pasalnya dia disangkakan membantu atau mengetahui sang suami mengedarkan narkoba. Ibu dua anak yang tinggal di Desa Berora Kecamatan Lopok Kabupaten Sumbawa ini ditangkap di kediamannya dalam drama penggerebekan yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Sumbawa, Minggu (11/2) malam. Dalam penangkapan itu, polisi menemukan narkotika jenis shabu-shabu dalam jumlah besar yakni 90,37 gram. Selain itu polisi juga menyita uang tunai pecahan 100 dan 50 ribu dengan total Rp 66 juta. EV ditangkap bersama KG alias Bob (23)—tukang bengkel yang selama ini menjadi suruhan suaminya. Celakanya, dalam penggrebekan itu, suaminya berinisial SUK berhasil kabur melalui pintu belakang.

Ditemui SAMAWAREA, Senin (12/2), EV mengaku tidak mengetahui jika suaminya melakukan kegiatan mengedarkan barang haram tersebut. Selama ini dia hanya mengetahui suaminya seorang petani. Dia baru mengetahui setelah polisi menggrebeg kediamannya dan menemukan barang bukti shabu dalam jumlah yang cukup banyak. Meski tidak tidak mengetahui suaminya sebagai pengedar, tapi EV mengaku pernah melihat suaminya mengkonsumsi narkoba. EV juga pernah menegur suaminya agar tidak lagi meneruskan kebiasaannya itu. Namun sang suami yang kini paling dicari polisi, marah kepadanya dan memintanya untuk focus mengurus anak-anak. “Saat saya tegur, saya dimarahi. Dia bilang tidak usah ikut campur dan mengurus urusannya, focus saja mengurus anak,” aku EV, seraya mengaku tidak pernah diberikan uang dalam jumlah banyak, melainkan hanya secukupnya.

Sementara KG alias Bob mengaku sebelum ditangkap dihubungi pelaku SUK untuk mengambil uang untuk membeli peralatan sepeda motor. Kebetulan dia bekerja di bengkel dan selama ini selalu memperbaiki sepeda motor pelaku jika terjadi kerusakan ataupun memasang aksesoris dan mengganti onderdil. Namun sebelum tiba di rumah pelaku, Bob mengaku diminta pelaku mampir membeli plastic klip warna bening, nanti uangnya akan diganti. Hanya berselang 15 menit berada di rumah pelaku, polisi datang melakukan penggerebekan.

Di bagian lain Bob tidak membantah mengetahui pelaku menjual narkoba. Kegiatan pelaku mengendarkan narkoba diketahuinya sejak setahun lalu. Bahkan dia pernah mengkonsumsi narkoba bersama pelaku. Bob mendapatkan narkoba setiap selesai memperbaiki sepeda motor pelaku. “Shabu saya dapat dari Pak SUK (pelaku) sebagai upah perbaikan sepeda motor. Dan sudah 8 kali saya mengkonsumsi narkoba pemberian pelaku,” akunya, seraya menyatakan tidak pernah membantu pelaku menjual narkoba. Dia hanya sebagai pengguna. (JEN/SR)

 

Lihat Juga

Nyalib, Pengendara Vario Tewas Ditabrak Avanza

BALI, SR (22/05/2018) Kasus kecelakaan yang menewaskan pengendara sepeda motor kembali terjadi. Abdul Azis (51) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *