Home / MATARAM / Pers Sebagai Katalisator Pembangunan

Pers Sebagai Katalisator Pembangunan

MADURA, SR (12/02/2018)

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersilaturahim dengan seluruh jajaran media Jawa Pos Radar Madura, di Madura, Jawa Timur, Minggu (11/2). Saat itu Gubernur diterima General Manager Jawa Pos Radar Madura, M. Tojjib, kordinator liputan, Lukman Hakim AG, Redaktur Jawa Pos Radar Madura, Moh. Subhan dan Manager Keuangan, Khodijah. Saat itu, Gubernur menyempaikan pers atau media memegang peranan penting bagi terciptanya pembangunan daerah yang lebih baik. Hal ini dirasakan Gubernur saat memimpin NTB selama dua periode. Yaitu, pers telah memberikan kontribusi besar bagi tumbuhnya optimisme masyarakat dalam membangun. Karena itu, TGB berharap Radar Madura sebagai media terbesar di Madura menjadi katalisator pembangunan. Sehingga, menjadi Madura yang lebih hebat. Radar Madura bisa mendorong percepatan dan melengkapi seluruh elemen yang ada. Bisa undang pemangku kepentingan untuk berdiskusi dan membahas hal-hal penting menyangkut kepentingan masyarakat. Selain itu, pertemuan yang berlangsung santai dan penuh keakraban, TGB berbagi pengalaman tentang bagaimana membangun pariwisata yang maju dan menyejahterakan. Salah satunya adalah branding wisata halal yang saat ini sedang dikembangkan oleh pemerintah dan masyarakat NTB. TGB mengungkap bahwa antara NTB dan Madura memiliki sedikit kesamaan. Salah satunya adalah wisata religi. “Saya lihat di Madura ini sudah punya modal untuk pembangunan wisata,” ungkap Gubernur. Kesamaan lain adalah dari silsilah ke-Islaman dari kedua daerah itu. Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid memiliki guru di Mekkah yang juga merupakan guru dari para ulama ulama di Madura. Dengan kesamaan itu, maka banyak hal yang bisa dikerjasamakan, termasuk mengenai pertanian dan peternakan.

Lebih lanjut Gubernur Ahli Tafsir itu menjelaskan untuk membangun pariwisata, di samping merubah persepsi masyarakat mengenai dampak pembangunan pariwisata, juga penguatan visi oleh pemerintah daerah menjadi hal penting. “Kami sepakat bahwa di NTB yang menjadi core pembangunan itu adalah pariwisata dan pertanian,” ungkap TGB.

Kemudian yang harus diperkuat untuk membangun pariwisata adalah regulasi atau aturan aturan yang mengatur tumbuh kembangnya pariwisata. Terakhir, memperkuat sinergi dengan seluruh komponen yang ada di daerah. Untuk menguatkan sinergi itu lanjut TGB adalah mengundang seluruh elemen, mulai dari anak muda hingga orang tua, pihak swasta dan para alim ulama atau tuan guru. Awalnya menolak, namun setelah diberikan pemahaman termasuk merujuk pada konsep Islam, akhirnya disetujui. (JER/SR)

 

Lihat Juga

Sumbang 2,5 M, Sandi Didampingi SJP Sambangi Korban Gempa Lombok

MATARAM, SR (16/08/2018) Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Uno, Rabu (15/8) pagi pukul 08.00 Wita ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *