Home / MATARAM / Pilkada Lobar: Izzul Islam Dirindu, Fauzan–Farin Berebut Suara Golkar
Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah

Pilkada Lobar: Izzul Islam Dirindu, Fauzan–Farin Berebut Suara Golkar

LOMBOK BARAT, SR (09/02/2018)

Pilkada Lombok Barat makin menarik. Munculnya tiga pasangan calon (paslon) Bupati Lombok Barat akan membuat konstestasi kian hangat. Apalagi tiga calon tersebut memiliki latar belakang sebagai kader Partai Golkar. Majunya Hj Sumiatun mendampingi incumbent yang diusung Partai Golkar dan kolega membuktikan bahwa secara resmi Golkar mendukung Ketua DPD Golkar Lombok Barat tersebut.

Sementara di sisi lain ada Nauvar Farin dan H. Muamar Arafat yang juga merupakan kader Golkar, maju dengan diusung Partai Gerindra, Hanura dan PKPI. Sebagai calon dari kader Golkar, Nauvar Farin merupakan putra mantan Bupati H. Zaini Arony yang juga mantan Ketua DPD I Golkar NTB. Sedangkan H. Muamar Arafat Anggota DPRD Provinsi NTB Dapil Lobar yang juga kader Golkar.

Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah kepada media ini mengatakan dalam rivalitas memperebut dukungan massa diprediksi suara rakyat loyalis Golkar akan pecah dengan melihat komposisi tiga kader terbaik Golkar yang maju di bursa Pilkada Lombok Barat. Di luar tiga paslon berlatar Golkar itu ada sosok lain yang sedang dirindukan oleh masyarakat Lombok Barat yakni H.M. Izzul Islam. Di mata sebagian warga Lombok Barat, Cabup Lobar tersebut dikenal sebagai sosok tokoh yang familiar dan peduli dengan rakyat. “Paket Izzul Islam–TGH Khudari Ibrahim respresentasi pasangan religius nasionalis,” ungkap Athar.

Athar melihat sosok Izzul Islam sudah tidak asing baik bagi tokoh politisi NTB maupun Lombok Barat.  Mantan Ketua DPW PPP NTB  yang kini Ketua DPW Partai Perindo NTB dikenal merakyat dan low profile. Sementara itu wakil bupatinya TGH Khudari Ibrahim, Ketua DPD Partai Kebangkitan Bangsa Lombok Barat, tokoh agama representasi dari kalangan santri. “Masyarakat mengenalnya Tuan Guru dari Keluarga Besar Ponpes Al Islahudiny Kediri,” jelas Athar, seraya menambahkan munculnya pasangan Zul-Khaer menjadi alternatif dan solusi untuk kemajuan Lombok Barat Kedepannya.

Sementara itu, sambung Athar, Fauzan yang saat ini menjabat bupati menggantikan Zaini Arony sosok tidak berafiliasi ke partai manapun, hanya pernah menjabat sebagai Ketua KPU NTB. Lebih jauh Athar mengulas, Lombok Barat dengan jumlah pemilih kurang lebih 450.000 jiwa dari 10 kecamatan akan membuat Pilkada Lombok Barat semakin seru. Tiga calon bupati yang akan berlaga sama-sama kental dengan Lombok Barat. Izzul Islam mantan Bupati, Fauzan incumbent dan Nauvar Farin anak Mantan Bupati. “Pilkada Lombok Barat ini seolah-olah pertarungan antara para jawara di tingkat kabupaten,” ucapnya.

Terkait suara NW Lombok Barat dengan tidak majunya TGH Hasanain Djuaini, Athar memprediksi kekuatan basis massa NW dan juga Partai Demokrat akan menjadi pembeda di balik kekuatan masing-masing calon yang ada. “Kalau kita melihat latar belakang masing-masing calon maka sudah tentu jamaah NW akan mendukung kader dan alumninya. Izzul Islam yang merupakan alumni NW secara khusus akan mendapatkan dukungan plus,” imbuhnya.

Di sisi lain di balik partai koalisi, Fauzan yang diusung partai koalisi gemuk akan melawan kaolisi ramping Izzul Islam dan Farin yang hanya diusung lima partai dengan jumlah kursi yang pas-pasan dan efektif. “Dengan partai pengusung yang gemuk belum tentu menjamin kemenangan di tangan apabila mesin partai tidak bergerak secara optimal, terlebih sosok Fauzan yang tidak memiliki background partai politik,” pungkasnya. (SR)

Lihat Juga

Sumbang 2,5 M, Sandi Didampingi SJP Sambangi Korban Gempa Lombok

MATARAM, SR (16/08/2018) Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Uno, Rabu (15/8) pagi pukul 08.00 Wita ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *