Home / HukumKriminal / Keberhasilan Pemberantasan Narkoba Bukan Penangkapan Tapi Pencegahan

Keberhasilan Pemberantasan Narkoba Bukan Penangkapan Tapi Pencegahan

SUMBAWA BARAT, SR (09/02/2018)

Penindakan terhadap pengedar maupun rehabilitasi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba adalah upaya penting. Namun jauh lebih terpenting adalah upaya mencegah narkoba masuk ke Kabupaten Sumbawa Barat. “Kalau menangkap mudah, karena ada orangnya dan ada barangnya. Yang berat adalah mencegah masuknya narkoba,” kata Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST pada Rapat Koordinasi dengan BNN KSB, Kamis (8/2) kemarin.

Wabup menyatakan bahwa pintu masuk dari peredaran gelap narkoba ke KSB sudah jelas. Ada yang dari laut, darat dan bandara. Termasuk mengawasi apotek yang ada karena banyak obat-obatan yang mengandung narkotika dan psikotropika. Yang perlu dibangun adalah kesungguhan dari Polres dan BNN KSB sebagai leading sektor yang menangani masalah narkoba. Polisi, TNI dan BNN KSB memiliki intelijen. Bahkan personil Bhabinkamtibmas dan Babinsa telah ada di setiap desa/kelurahan. Seharusnya perangkat ini dioptimalkan. Dengan perangkat ini sebenarnya polisi, TNI dan BNN KSB sudah mengetahui orang yang mengedar atau menyalahgunakan narkoba. Mereka yang diketahui mengedar dan menggunakan narkoba harus disadarkan sehingga tidak lagi tersangkut masalah narkoba. “Kalau narkoba sudah masuk, keberhasilan penanganan bukan pada memenjarakan orang, bukan merehabilitasi orang, tapi menyadarkan. Mari bersama kita menyadarkan agar mereka tidak lagi memakai narkoba,” ajak Bang Fud—sapaan Wabup KSB.

Sabung Wabup, ulama juga harus mengambil bagian bekerjasama dengan BNN KSB dan Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah KSB untuk menyadarkan oknum pengedar atau penyalahguna, bisa melalui khutbah Jumat tentang bahaya narkoba. “Silahkan melaksanakan sosialisasi termasuk ke sekolah-sekolah, tetapi jangan memikirkan anggaran dulu baru melakukan aksi,” tukasnya.

Kepala BNN KSB AKBP Jolmadi, S.Pd mengatakan, Rakor ini merupakan turunan dari program nasional. Rakor bukan saja dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota, tetapi juga provinsi. Terkait keberhasilan BNN KSB, secara kasat mata mungkin belum terlihat maksimal, karena belum adanya upaya penindakan. BNN KSB belum bisa melakukan upaya penindakan penangkapan seperti Polres karena terbatasnya personil. Namun keberhasilan yang telah dicapai sebutnya, pada tahun 2017 telah merehabilitasi 17 pecandu/pengguna narkoba dari target sebanyak 20 orang. ‘’Tahun 2018 ditargetkan juga 20, sampai Februari ini sudah ada enam pasien rehabilitasi yang ditangani BNN KSB, satu orang dirujuk ke rumah sakit jiwa,” ungkapnya. (HEN/SR)

Lihat Juga

Nyalib, Pengendara Vario Tewas Ditabrak Avanza

BALI, SR (22/05/2018) Kasus kecelakaan yang menewaskan pengendara sepeda motor kembali terjadi. Abdul Azis (51) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *