Home / Ekonomi / UNSA Gandeng PETANG dan Pramuka Lestarikan Mata Air Wanasari

UNSA Gandeng PETANG dan Pramuka Lestarikan Mata Air Wanasari

SUMBAWA BESAR, SR (11/12/2017)

Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM) Komunitas Kajian Mahasiswa (Kokam) Universitas Samawa (UNSA) dan Komunitas Pecinta Alam Plampang (Petang) menggandeng Pramuka SMAN 1 Plampang dan SDN Jaya Makmur Labangka 5, melakukan kegiatan penanaman pohon di hutan konservasi masyarakat (HKM). Upaya ini dilakukan selain untuk menjaga hutan tetap lestari, juga melindungi sumber mata air yang selama ini dikelola oleh Kelompok Air Wanasari Desa Jaya Makmur Kecamatan Labangka, Minggu (10/12) kemarin.

Ketua Kelompok Mata Air Bersih Wanasari, Komang Ardianto menyatakan akan berusaha maksimal untuk menjaga kelestarian HKM meski setiap tahun warga melakukan pergeseran lahan. Ia berharap pemerintah kabupaten maupun propinsi serta kehutanan dapat membantu mereka mengamankan keberadaan sumber mata air setempat yang dikelola sebagai sumber air bersih yang dialirkan melalui pipa sepanjang 3 Kilometer dengan biaya swadaya murni masyarakat. Ia mengaku bahagia dengan kepedulian Kokam UNSA, Komunitas Petang, dan Pramuka yang berkolaborasi dengan pihaknya menanam pohon jenis Beringin, Kemiri dan kayu dingin. “Kami atas nama masyarakat menyampaikan terimakasih,” ucap Kamang.

Jhon Kenedi, M.Pd Pembina UKM Kokam UNSA, menjelaskan penanaman pohon di mata air merupakan salah satu agenda jajarannya dalam rangka Dies Natalis Universitas Samawa ke-19 tahun 2017. Penanaman pohon ini dilakukan di dua titik mata air yaitu Mata Air Wanasari Desa Jaya Makmur Labangka V, dan Mata Air Desa Mama Kecamatan Lopok. “Ini kami lakukan untuk menggugah seluruh masyarakat agar selalu menjaga lingkungan karena alam merupakan sumber kehidupan apalagi daerah yang kami tanami adalah sumber air bersih yang selalu dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Karenanya sesuai dengan tema pada tahun ini “UNSA Mengabdi” UKM Kokam lahir sebagai lembaga kemahasiswaan yang melakukan kajian terhadap persoalan masyarakat sekaligus pemberi solusi dengan melakukan aksi nyata. “Ini bentuk pengabdian kami dan akan terus kami lakukan di masa-masa akan datang,” timpal Ketua Umum UKM Kokam Dicki Zulkarnaen.

Ketua Petang, Boerhanudin mengaku bangga dengan masyarakat setempat yang tergabung dalam Kelompok Pengelola Air Bersih Wanasari Desa Jaya Makmur Labangka. Masyarakat dengan penuh semangat menyelamatkan HKM. Yang membuatnya bangga, keikutsertaan para pelajar dalam kegiatan ini. Dengan pelibatan ini mereka secara dini mengetahui betapa pentingnya hutan bagi sumber mata air dan sumber kehidupan. Di bagian lain, Boer—sapaan akrabnya, menyesalkan tindakan para perusak hutan yang hanya memikirkan kepentingan pribadi dan sesaat serta mewariskan bencana kepada anak cucu di masa mendatang. Modusnya mereka memperluas lahan pertanian dengan cara batang pohon dikupas dan diobati sehingga lambat laut pohon kering dan mati lalu roboh tanpa ditebang. “Menjaga hutan adalah tanggung jawab bersama, karena jika hutan rusak maka bencana yang didapat,” tandasnya. (BUR/SR)

Lihat Juga

Tiga Hari Lagi, Kejaksaan dan PWI Gelar Kegiatan Akbar

SUMBAWA BESAR, SR (16/01/2018) Tinggal tiga hari lagi, Kejaksaan Negeri Sumbawa bekerjasama dengan Persatuan Wartawan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *