Home / Olahraga / Segera Lahir Juara Dunia Barapan Kebo
Ketua Persatuan Barapan Kebo, H. Ilham Mustami S.Ag dan Kadispopar, Ir. H. Junaidi M.Si saat jumpa pers

Segera Lahir Juara Dunia Barapan Kebo

Final SAKA Buffalo Race World Championship

SUMBAWA BESAR, SR (05/12/2017)

Juara dunia Barapan Kebo akan segera lahir. Hal ini menyusul akan dilaksanakannya babak final SAKA Buffalo Race World Championship 2017, 24 Desember mendatang. Final event bergengsi tingkat dunia yang telah digelar sejak 29 Agustus lalu di sejumlah lokasi ini tengah dipersiapkan panitia. Karena rangkaian dari partai final tersebut akan diselenggarakan berbagai kegiatan seperti Melona dan Event Last Man Standing. Salah Untuk Melona, para peserta harus menghias kerbau yang akan berlomba seindah mungkin. Nantinya para kerbau ini akan diparadekan dan ditampilkan seperti sebuah festival. Ini akan berdampak pada sisi budaya. Selain itu, akan berdampak ekonomis pada kerbau yang menjadi juara.

Ketua Persatuan Barapan Kebo, H. Ilham Mustami S.Ag dalam jumpa persnya, Selasa (5/12) mengatakan kegiatan ini merupakan pintu pembuka untuk melangkah ke tahap selanjutnya, bagaimana Barapan Kebo ini bisa diangkat dan dipromosikan ke level yang lebih tinggi. Ini dilakukan agar event ini tidak hanya menjadi konsumsi lokal melainkan juga regional, nasional bahkan internasional. Ada 200 pasang kerbau barapan yang tergabung dalam 40 tim yang berlaga. Barapan ini sudah berlangsung selama beberapa seri. Pada sesi terakhir (final) ini, Haji Ilham berharap para pelaku barapan dan simpatisan dapat menyukseskannya dan pemerintah daerah dapat terus memberikan dukungan. Rencananya, final SAKA ini dilaksanakan di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, 24 Desember mendatang.

Ketua Executive Comite (Exco) SAKA Buffalo Race World Championship, Hendri Sumarto menambahkan, ada beberapa seri pelaksanaan event ini. Pertama sekaligus louncing pada 27 Agustus 2017 di Sircuit Sumir Payung Sumbawa. Seri kedua 9 September 2017 di Desa Berare, Kecamatan Moyo Hilir. Seri ketiga 26 September di Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir. Puncak klasemen atau seri keempat pada 24 Desember mendatang. Para peserta mengikuti beberapa kelas pertandingan terdiri dari tiga kelas. Yakni Saka 1, Saka 2 dan Saka 3. Di samping itu juga akan dilaksanakan perlombaan lainnya. Seperti lomba malona atau display tim, lomba ngumang terbaik, lomba atribut kerbau terbaik dan joki terbaik.

Dipaparkan, kelas Saka 3 diikuti kerbau usia 0 tahun sampai dengan usia gigi tanggal (Nyeppo). Pada kelas ini, setiap tim mendaftarkan maksimal tiga pasang kerbau. Pada kelas Saka 2 diikuti kerbau dengan usia nyeppo sampai dengan usia tak terbatas. Dalam kategori ini juga setiap tim mendaftarkan maksimal tiga pasang kerbau. Sementara dalam kategori Saka 1 atau Grand Prix, kerbau yang diikutkan berusia bebas. Setiap tim mendaftarkan maksimal dua pasang kerbau. Kerbau yang menjadi peserta kategori Saka 1 adalah pasangan kerbau terpilih yang yang telah didaftarkan pada kategori Saka 2 dan 3 oleh masing-masing tim. Pada kategori ini juga diperbolehkan mengganti pasangan kerbau dalam tim bersangkutan. Dalam final kegiatan nanti, lanjut Hen—sapaan pria yang juga wartawan televise nasional ini, akan dilaksanakan kelas khusus, yakni Last Man Standing. Kelas ini dikhususkan bagi masyarakat yang belum pernah mencoba barapan kebo. Dalam kelas ini, pada race pertama diperuntukkan bagi peserta Sail Indonesia dari Australia. Pada race kedua, Sekcam Moyo Hilir, Syarifah. Pada race terakhir bagi masyarakat yang belum pernah mencoba barapan kebo.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Sumbawa, Ir. H. Junaidi, M.Si menyatakan sudah menjadi kesepakatan Pemda Sumbawa untuk menyukseskan kegitan ini. Mulai tahun ini, pihaknya mencoba mendorong destinasi atau budaya unggulan untuk pengembangan pariwisata. ‘’Bentuk dukungan Dispopar adalah menyediakan seluruh kebutuhan berkaitan dengan hadiah, promosi dan bersama dengan Exco menyiapkan pedomannya,” terang Junaidi.

Jika sebelumnya belum ada pedoman dalam kegiatan barapan kebo, maka tahun ini akan distandarisasi melalui kegiatan tersebut. Ini juga merupakan persiapan Pemda untuk “menjual” event tersebut sesuai dengan standar nasional. Pada tahun pertama, lanjut Haji Jun, kegiatan ini dilaksanakan sebanyak tiga seri. Pada tahun depan kegiatan ini akan ditingkatkan menjadi empat seri. Dan akan terus bertambah di masa-masa mendatang. Pihaknya berupaya mendorong tradisi Kabupaten Sumbawa yang memiliki nilai jual. Salah satu yang berpotensi adalah barapan kebo. Diharapkan pada puncak kegiatannya akan dilaksanakan semeriah mungkin. (JEN/SR)

Lihat Juga

Tragis !! Anggaran PSSI Dikalahkan Cabor Marchingband dan Club Persisum

SUMBAWA BESAR, SR (07/12/2017) Semangat Asosiasi PSSI Kabupaten Sumbawa untuk mengembangkan sepakbola di daerah ini ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *