Home / MATARAM / Mi6: Mustahil Demokrat–PKB Berkoalisi di Pilgub NTB
Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto SH bersama Ketua DPW PKB NTB, HL Hadrian Irfani

Mi6: Mustahil Demokrat–PKB Berkoalisi di Pilgub NTB

MATARAM, SR (05/12/2017)

Mi6 menilai koalisi Pilgub antara Demokrat dan PKB NTB mustahil terjadi. Hal ini karena kedua partai tersebut sesungguhnya tidak memiliki persamaan dan fatsun politik terkait figur calon yang akan diusung. “Apa yang dilakukan antara Demokrat dan PKB hanya sekedar entertain politik untuk mengesankan ke publik bahwa kedua parpol tersebut serius berkoalisi. PKB pada akhirnya nanti tidak akan berkoalisi linier dengan Demokrat. PKB NTB hanya sekedar test case saja seolah-olah berkomitmen dengan Demokrat padahal nothing,” kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto SH, Selasa (5/12).

Kesan dipersepsikan Demokrat–PKB berkoalisi mengusung Dr Zul-Rohmi, Didu—sapaan akrab Direktur M16 menilai hal itu hanya fatamorgana politik. Sulit bagi PKB berkoalisi dengan Demokrat, jika performance Paslon yang ditawarkan melulu kemauan politik Demokrat dan NW semata. Didu mengatakan PKB sadar menjadi pendulum politik yang menentukan bagi siapapun paslon ataupun parpol pengusung lainnya. Dengan image PKB identik parpolnya warga Nahdliyin yang memiliki basis massa  loyal. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi kekuatan politik PKB NTB.

Didu menilai manuver politik terbuka yang dilakukan oleh Ketua DPW PKB NTB, HL Hadrian Irfani harus dipahami sebagai upaya untuk memberikan pencerahan politik sekaligus PKB tidak ingin segera menutup pintu lapak harapan politik bagi paslon dan parpol pengusung dalam Pilgub NTB. “Pada akhirnya nanti PKB NTB akan berlabuh dan buang sauh ke Paslon yang tepat,” lanjut Didu.

Didu mengaku kerap berkomunikasi dengan Ketua PKB NTB maupun sebaliknya terkait konstelasi politik Pilgub ini. Ia berkesimpulan langgam yang dimainkan Ketua PKB NTB saat ini tidak bisa dikatakan mencederai komunikasi politik yang telah dibangun sebelumnya. Untuk itu Paslon lain tidak boleh Baper dengan PKB NTB. Langgam politik yang dimainkan ini sebagai upaya untuk menjaga silaturahmi politik antara Demokrat dan PKB yang tidak dalam ikatan kepastian politik. “Coba ingat ingat dulu, saat penyampaian visi misi dan fit and proper test oleh PKB, Cagub dan Cawagub  mana saja yang ikut. Yang jelas nanti akan indah pada masanya bagi Paslon yang menjadi tambatan hati PKB,” pungkasnya. (*)

 

Lihat Juga

Boris Syaifullah Dipercaya Jabat Wakil Ketua Apnatel Jabar

BANDUNG, SR (10/12/2017) Presdir & CEO PT. Borsya Cipta Communica  (BCC), Boris Syaifullah menerima SK ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *