Home / MATARAM / Meneladani Pengabdian dan Perjuangan Rasulullah SAW

Meneladani Pengabdian dan Perjuangan Rasulullah SAW

MATARAM, SR (03/12/2017)

Peringatan Maulid Nabi besar Muhammad SAW, di samping untuk meneladani sifat-sifat baik juga harus dijadikan momentum untuk meneladani pengabdian dan perjuangan Rasulullah SAW bagi kepentingan agama dan umat manusia. Pengabdian sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah harus tetap hidup dan tumbuh dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan kerja. Sebab, sejarah perjuangan Rasulullah tidak hanya untuk agama dan umat Islam namun juga untuk memberikan pengabdian terbaik bagi pemerintahan dan negara. Demikian disampaikan Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH M.Si pada peringatan Maulid Nabi di Masjid Hubbul Wathon Islamic Center, Jum’at (1/12) kemarin.

Ia menyampaikan rasa syukurnya atas situasi politik, keamanan, ekonomi dan sosial keagamaan atau kerukunan di NTB yang dinilainya  terjaga dengan baik, sehingga NTB Berhasil meraih sejumlah kemajuan. “Kondisi yang baik ini mari kita rawat bersama,” ajaknya.

Kondisi itulah yang menurut Wagub membuat NTB semakin banyak disinggahi tamu-tamu baik dari dalam maupun luar negeri guna mengadakan kegiatan di NTB. “Ini menunjukkan bahwa daerah NTB semakin maju dalam aspek pembangunan,” ungkapnya.

Namun ia menyadari masih banyak peluang dan tantangan pembangunan yang perlu diisi dengan baik. Sehingga masih dibutuhkan kerja keras dan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat. Orang nomor dua di NTB ini juga sempat menyinggung bencana meletusnya Gunung Agung yang sedang menimpa Provinsi Bali, juga berimbas pada masyarakat di Pulau Lombok. Untuk itu, Wagub mengajak para jama’ah untuk mendoakan masyarakat yang terkena musibah seraya berharap erupsi Gunung Agung dapat segera berakhir, sehingga aktivitas mayarakat dapat kembali berjalan dengan normal.

Hal senada disampaikan Dr. KH Nashirul Haq, LC selaku Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah. Dalam tausiyahnya yang menekankan pentingnya membangun ukhuwah Islamiah, Basariah dan Wathoniah di antara kaum muslimin dan pemeluk-pemeluk agama lainnya, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang kuat, maju dan bermartabat, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah pada saat berhijrah dari Makkah ke Madinah. Selain ukhuwah Islamiah, Basariah dan Wathoniah, Kyai Nashirul juga menekankan pentingnya memiliki ukhuwah imaniyah. Dijelaskannya, ummat akan menjadi semakin kuat, maju dan bermartabat, manakala dilandasi dengan ukhuwah imaniyah. Manusia tidak akan cukup hanya dipersatukan dengan dasar kesamaan suku, bangsa, agama dan keturunan jika tidak dilandasi dengan iman. “Karena sesungguhnya yang mampu menyatukan hati-hati manusia hanyalah Allah semata dan Allah menyatukan hati-hati manusia karena iman. Maka, yang bisa bersaudara dengan penuh ketulusan hanyalah orang-orang yang beriman,” jelasnya.

Di kesempatan itu, Dr.KH Nashirul Haq, Lc juga menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan Pemerintah Provinsi NTB terhadap penyelenggaraan kegiatan peringatan Maulid Nabi ini. Peringatan maulid nabi tersebut dihadiri anggota FKPD Provinsi NTB, ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTB dan masyarakat Kota Mataram. Peringatan ini diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah bekerjasama dengan PHBI dan Pemerintah Provinsi NTB dalam rangka menyambut HUT NTB ke-59 pada 17 Desember 2017 mendatang. (JER/SR)

Lihat Juga

KSB Kekurangan Khotib, IKADI Gelar Pelatihan Khotib

SUMBAWA BARAT, SR (10/12/2017) Kabupaten Sumbawa Barat mengalami kekurangan khotib. Ini terlihat dari sulitnya para ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *