Home / MATARAM / Kunjungi UNRAM, Fraksi Nasdem DPR RI Bicara UU Ormas

Kunjungi UNRAM, Fraksi Nasdem DPR RI Bicara UU Ormas

MATARAM, SR (05/12/2017)

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Fraksi Partai Nasdem kembali menyambangi Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram), Selasa (5/11). Kedatangan Fraksi Partai Nasdem kali ini dalam rangkaian program rutin Goes To Campus yang mengangkat tema “UU Ormas, Menjaga Persatuan, Mencegah Perpecahan”. Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Zulfan Lindan, Dekan Fakultas Hukum Prof. H. Lalu Husni, Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto SH, serta puluhan peserta dari berbagai unsur, dan media massa.

Prof. H. Lalu Husni, SH., M.Hum., mengapresiasi kegiatan yang melibatkan kampus tersebut. Menurutnya, pelibatan kampus sangat tepat untuk memberi masukan akademik bagi pemerintah. “Tema ini sangat penting bagi kita semua. Dalam konstitusi kita dijamin untuk berkumpul, dan berserikat. Salah satu wujudnya ialah munculnya ormas yang didirikan dengan berbagai tujuan dan kepentingan,” katanya.

Namun sesuai dengan UU Ormas dalam menyampaikan pendapat di depan umum harus diatur sesuai dengan koridor demi terwujudnya kemajuan berbangsa dan bernegara yakni mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Selain itu untuk mendekatkan fraksi dengan kelompok maayarakat yang turut memberikan perhatian bersama.

Sementara Dr. Kaharudin menilai tema ini menarik dalam kondisi kekinian. Dulu jaman orde baru, ormas hampir tidak berkutik dengan kungkungan pemerintah. Ketika reformasi ormas bebas berekspresi. Tapi kemudian muncuk perkembangan baru yaitu PP No. 2 tahun 2017. Dalam UUD 45 di samping mengatur soal kebebasan itu, juga mengenai pembatasannya. Artinya, kebebasan ormas itu bebas, tapi dibatasi oleh UU. Karenanya Perppu yang telah disahkan menjadi UU banyak yang menolak maupun yang menerima. “Pasca jadi UU, ada juga judicial review,” ungkapnya, seraya menyebutkan bahwa yang kontra UU ini mengarah pada otoritar dan refleksi kemunduran demokrasi. Perppu dianggap sebagai upaya merawat pluralisme dan kulturalisme.

Sementara itu Wakil Ketua Fraksi Nasdem Zulfan Lindan, menjelaskan keberadaan UU Ormas ini ialah dalam rangka menjaga persatuan dan mencegah perpecahan. Tidak ada niat pemerintah selain melindungi negara dan perpecahan. Pemahaman keagamaan yang mainstream dan mayoritas dianut di Indonesia benar-benar Islam yang rahmat lil alamin. Tidak mungkin melahirkan terorisme. Saat ini ada 340 ribu ormas di seluruh Indonesia. Dari jumlah yang sangat banyak ini, puluhan di antaranya terdaftar di Kemenlu.

Dikatakan Zulfan bahwa keberadaan UU Ormas salah satu tujuannya adalah untuk memperluas definisi yang disebut dengan paham-paham anti pancasila. Selain itu Pancasila dengan Islam sifatnya paralel dan tidak bertentangan. Pancasila bukan Islam, begitupun Islam bukan Pancasila. Tapi keduanya berjalan beriringan. (*)

Lihat Juga

Masa Terkelam Dalam Kehidupan Hariman Siregar

MATARAM, SR (16/01/2018) Mentari belum lagi menampakkan wajahnya. Subuh itu, sekitar pukul 05.00, Hariman Siregar ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *