Home / HukumKriminal / Kepala Pertamina Badas dan Boss SPBU Diperiksa Jaksa
Kepala Pertamina Badas (Operation Head), Budi Mustanto dicegat wartawan usai diperiksa jaksa

Kepala Pertamina Badas dan Boss SPBU Diperiksa Jaksa

SUMBAWA BESAR, SR (06/12/2017)

Kepala Pertamina Badas (Operation Head), Budi Mustanto dan Boss SPBU Kilometer 3, Muzair menjalani pemeriksaan pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa, Rabu (6/12) tadi. Keduanya dimintai keterangan di ruang terpisah terkait laporan dugaan penyimpangan BBM Bersubsidi. Muzair menjalani pemeriksaan di ruang Staf Pidsus selama 2 jam 30 menit dari pukul 09.00 hingga 11.30 Wita. Sedangkan Budi di ruang Kasi Pidsus selama tiga jam lebih dari pukul 09.00 hingga 12.15 Wita. Sebenarnya pada hari itu juga jaksa akan memeriksa Boss SPBU Karang Dima. Namun tidak hadir dan berdasarkan informasi yang bersangkutan mengantar orang tuanya yang menderita sakit.

Dicegat usai pemeriksaan, Muzair mengaku dimintai keterangan mengenai proses pembelian BBM di SPBU miliknya. SPBU nya melayani pembelian BBM bersubsidi menggunakan rekomendasi. Ini dibuktikan dengan data pelayanan yang dibawanya untuk diserahkan kepada pihak kejaksaan. “Yang penting kami menjual sesuai harga,” imbuhnya.

Sementara Budi Mustanto menyebutkan ada dua SPBU di Kabupaten Sumbawa yang melayani BBM non subsidi yaitu SPBU yang baru saja dibangun di Karang Dima Kecamatan Badas dan SPBU Alas. Demikian di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) juga dua SPBU non subsidi yakni SPBU Maluk dan SPBU Menala. Selain SPBU tersebut semuanya bersubsidi termasuk SPBU KM 3 dan SPBU Karang Dima.

Menurut Budi, BBM di SPBU bersubsidi bisa dibeli jika memiliki rekomendasi yang dikeluarkan dinas terkait. Nantinya rekomendasi ini diberikan kepada SPBU tempat penyaluran sebagai bukti. “Rekomendasi itu cukup sampai SPBU, karena Pertamina hanya bagian pemasaran saja. Kalau di SPBU non subsidi tidak membutuhkan rekomendasi,” ujar Budi.

Mengenai dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, Budi menyatakan, pengawasannya langsung dari pihak kepolisian dan masyarakat. Kemudian pemberian BBM oleh Pertamina berdasarkan surat rekomedasi yang dilampirkan oleh masing-masing SPBU. Jika suratnya telah lengkap, Pertamina pasti memberikan BBM kepada SPBU. Ketika ada SPBU yang melanggar ketentuan akan dikenakan sanksi berupa peringatan pertama hingga pemutusan kerjasama. Selama ini belum ada pelanggaran seperti itu di Kabupaten Sumbawa. “Jadi kami himbau seluruh pemilik SPBU di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat untuk menyeleksi penyaluran BBM bersubsidi sesuai yang disahkan Pemda,” tandasnya.

Kajari Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasi Intel, Erwin Indrapraja SH MH mengatakan pemeriksaan terhadap keduanya untuk mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam penyaluran BBM bersubsidi. Sebelumnya saksi pelapor sudah dimintai keterangan. Rencananya setelah Kepala Pertamina dan Boss SPBU ini, masih banyak saksi lainnya yang akan dipanggil termasuk perangkat daerah yang mengeluarkan rekomendasi. (JEN/SR)

Lihat Juga

Curi Ternak Betina Tertangkap Polisi, Satu Pelaku Anak-anak

SUMBAWA BESAR, SR (11/12/2017) Jajaran Polsek Labangka berhasil meringkus dua tersangka kasus pencurian ternak, Minggu ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *