Home / Ekonomi / Dukung SAKA Bufallo Race Championship 2018, Pemda Fokus Siapkan Arena

Dukung SAKA Bufallo Race Championship 2018, Pemda Fokus Siapkan Arena

SUMBAWA BESAR, SR (28/12/2017)

Seluruh rangkaian SAKA Bufallo Race Championship 2017 atau Kejuaraan Barapan Kebo tingkat dunia di Kabupaten Sumbawa, berakhir Rabu (27/12) tadi malam yang ditandai dengan malam inagurasi dan pemukulan Gong oleh Bupati Sumbawa yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda). Selain dimeriahkan Sakeco, pada malam inagurasi yang dihadiri Kadispopar Ir. H. Junaidi M.Si, serta tiga pimpinan DPRD Dr. Drs. A. Rahman Alamudy SH M.Si, H. Ilham Mustami S.Ag dan Kamaluddin ST M.Si tersebut juga dilakukan pembagian hadiah kepada para jawara dunia Barapan Kebo. Yakni Kasundang berhasil meraih juara tim. Untuk juara dunia SAKA 1 diraih Bongkar (Tim Jiwa Muda), juara 2 Anak Sayang (Tim Rider) dan juara 3 Kanca Negara (Tim Safari Ramadhan). Juara dunia Saka II diraih Walet (Tim Muka Jaya), disusul Bintang Samawa (tim Brika Master) dan Sengo Samawa (Tim Sengo Samawa) di posisi kedua dan ketiga. Kemudian juara dunia Saka III, diraih Anak Jalanan (Tim Lala Bunte), Taruna Ria (Tim Labaong) juara 2 dan Anak Manis (Tim Kasundang) juara 3.

Ketua Barapan Kebo, H. Ilham Mustami S.Ag dalam sambutannya mengatakan Barapan Kebo layak dijadikan destinasi unggulan serta brand Kabupaten Sumbawa. Untuk mendukung hal ini pihaknya menggelar event SAKA Buffalo Race Championship. Kejuaraan dunia ini menjadi pintu masuk mengingat Barapan Kebo ditetapkan satu-satunya atraksi budaya di NTB yang masuk dalam agenda “Asia Day Carnaval Festival”. Tentunya dari kegiatan ini diharapkan adanya multiplier efek terhadap perekonomian masyarakat dan daerah. Namun demikian pada pelaksanaan event pada tahun 2017 ini, Haji Ilham mengaku menemui beberapa kendala. Salah satunya belum ada pihak swasta yang berkonstribusi dan sistem event yang dirubah belum bisa terlaksana secara efektif agar menjadi menarik.

Karenanya Ia meminta kepada Sekda selaku Ketua Tim TAPD untuk mengalokasikan anggaran pada Tahun 2018 bagi pembuatan arena barapan kebo. Sebab lahannya sudah tersedia di wilayah Kecamatan Moyo Hilir yang dibeli Pemda Sumbawa tahun 2017 ini. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati atas penyediaan lahan dan berharap dapat merealisasikan pembuatan arena minimal pada APBD Perubahan 2018 mendatang,” pintanya.

Ia pun yakin SAKA Buffalo Race Championship 2018 akan lebih baik dan semakin menarik. Pasalnya barapan kebo itu akan dikemas dengan atraksi tambahan seperti Malona. Ini akan memantik keinginan wisatawan baik nasional maupun mancanegara untuk berkunjung ke Sumbawa khususnya menyaksikan event barapan kebo.

Sementara Bupati Sumbawa melalui Sekda, Drs. H. Rasyidi menyatakan mimpi menjadikan barapan kebo sebagai daya tarik masyarakat dunia mulai menjadi nyata. Tentunya ini berdampak terhadap bangkitnya perekonomian. Menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk memberikan dukungan maksimal bagi pelaksanaan event ini pada Tahun 2018 mendatang. BUMD, BUMN dan para pelaku usaha juga diharapkan ikut berkontribusi memberikan suport terhadap kegiatan tersebut, di samping Kadispopar dan Kadisnak mendorong terjadinya peningkatan populasi kerbau. Demikian dengan Dinas Kominfotik diminta untuk menggeliatkan promosi terutama melalui media social termasuk media online. Apalagi pada Tahun 2018 nanti ada Sail Indonesia dan Sumbawa menjadi salah satu daerah yang disinggahi. Momen ini dapat dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat dunia terutama para peserta Sail dari berbagai negara menyaksikan dan merasakan sensasi dari event Barapan Kebo ini. Setelah itu mereka dapat menjadi agen dan corong untuk menginformasikannya kepada wisatawan lain di negaranya masing-masing. “Yang terpenting kegiatan ini terjadwal, sehingga wisatawan mendapat info yang pas,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Sekda sepakat harus ada arena Barapan Kebo yang representative. Pemda telah mulai mewujudkannya dengan menyediakan lahan. Minimal harus ada tiga arena yang luas yang didesain atau ditata sedemikian rupa sehingga terlihat menarik dengan ciri khas Kabupaten Sumbawa. “Kedepan kita fokus supaya fasilitas Barapan Kebo bisa terbangun. Di arena itu akan kita tampilkan kesenian, kuliner dan lomba-lomba sebagai rangkaian dari event barapan kebo. Maksudnya agar dalam satu momen wisatawan mendapat berbagai macam suguhan menarik. Ini akan membawa kesan tersendiri dengan harapan mereka akan kembali berkunjung ke Sumbawa bahkan mengajak serta keluarga dan temannya di negara asalnya,” demikian Sekda. (JEN/SR)

Lihat Juga

ASPATAKI Sumbawa Terbentuk Dorong Kualitas Pelayanan TKI

SUMBAWA BESAR, SR (22/02/2018) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Asosiasi Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (ASPATAKI) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *