Home / HukumKriminal / Sengketa Lar Ai Ampuk Kembali Memanas
Eksavator yang ditemukan di lokasi Lar Ai Ampuk

Sengketa Lar Ai Ampuk Kembali Memanas

SUMBAWA BESAR, SR (14/11/2017)

Sengketa lahan Lar Ai Ampuk Kecamatan Plampang belum juga dituntaskan pemerintah. Karena itu perebutan lahan dari dua kelompok masyarakat di dua desa ini kembali memanas, sejak Senin (12/11) kemarin. Ratusan massa pendukung Lar Ai Ampuk menggunakan 7 truk terjun ke lokasi yang sebelumnya hutan belantara kini dalam kondisi tandus akibat dirambah. Lokasi itu akan dijadikan lahan pertanian yang disinyalir telah disewa, digadai dan dijual oleh oknum masyarakat yang tidak berkepentingan. Bahkan untuk membersihkan lahan itu menggunakan alat berat Eksavator. Beruntung massa ini tidak bertemu dengan para penggarap yang lebih dahulu meninggalkan lokasi setelah mendengar informasi kedatangan massa. Di lokasi hanya ditemukan alat berat tersebut. Massa hanya meminta agar alat berat hengkang dari lokasi itu. Jika tidak, massa akan bertindak tegas. Informasi yang diserap SAMAWAREA di lokasi, bahwa alat berat itu diterjunkan ke lokasi atas komando Kades Prode 2, Abdul Haris.

Hal ini dibenarkan Kades Abdul Haris saat dihubungi wartawan media online ini. Ia beralasan mendatangkan alat berat ke lokasi dan beraktifitas karena sesuai peta transmigrasi lahan itu masuk di wilayah mereka. Warganya merasa cemburu dengan pihak-pihak yang tidak berkepentingan di wilayahnya berbuat sesuka hati membuka lahan lalu disewakan dan digadaikan bahkan dijual kepada pihak lain. “Kami sudah berkali-kali mengingatkan agar jangan menyewakan, menggadaikan apalagi menjual lahan di lokasi itu. Jika ada, kami tidak mau tanggung resikonya,” tukas Haris, seraya berharap pemerintah kabupaten segera bertindak karena kasus ini terjadi dari tahun ke tahun dan belum ada tindaklanjut dari pemerintah.

Rapat tertutup dipimpin Camat Plampang Ir Nawawi didampingi Kapolsek IPTU Sarjan

Sementara Ketua Lar Ai Ampuk, Suaedi S.Pd menyatakan tidak menginginkan keberadaan Lar ini menjadi hak milik dan dijarah oknum tertentu. Pasalnya Lar tersebut milik umum masyarakat Kecamatan Plampang yang telah di-SK-kan sejak Tahun 2000 silam. “Bagaimana tidak memancing reaksi massa ketika melihat hutan sudah berubah warna dan menjadi gundul,” ujar Edet—akrab Ketua Lar disapa. Ia meminta kepada Camat Plampang dan Kapolsek untuk mensterilkan lokasi sebelum ada keputusan dari Pemda. Diharapkan Pemda cepat mengeluarkan keputusan sebelum terjadi bentrok.

Menyikapi persoalan itu Camat Plampang, Ir. Nawawi langsung menggelar pertemuan secara tertutup di ruang kerjanya, Selasa (14/11). Pertemuan itu dihadiri Kapolsek Plampang IPTU Sarjan, Kades Prode 1 Muhammad Safri S.sos, Kades Prode 2 Abdul Haris, Kades Prode 3 Idris Hasan, dan Kades Plampang Jufrianto. Selain itu Ketua Lar Ai Ampuk Suaedi S.Pd, tokoh masyarakat Iksan SH, Mahmud S.Pd.I, serta Pengurus Lar dan Ketua BPD Prode 1.

Rapat yang berlangsung selama beberapa jam ini memutuskan bahwa lokasi Lar Ai Ampuk yang berada di wilayah Kecamatan Plampang harus disterilkan dari berbagai kegiatan di antaranya sewa lahan, gadai dan jual beli lahan, bercocok tanam dan perambahan hutan. Di hadapan peserta rapat, Camat Plampang Ir Nawawi didampingi Kapolsek IPTU Sarjan membaca surat pernyataan kesepakatan bersama. Camat juga berjanji segera menuntaskan masalah tersebut mengingat gentingnya permasalahan di lapangan. “Hasil kesepakatan bersama ini akan saya sampai besok kepada Bapak Bupati,” kata Camat Nawawi.

Sementara di luar Kantor Camat Plampang, terlihat massa berkeliaran dan tak sabar ingin mengetahui hasil rapat tertutup. (BUR/SR)

loading...

Lihat Juga

Posting Kalimat Diduga Melecehkan “Husni-Mo”, Taufieq Hidayat Dipolisikan

SUMBAWA BESAR, SR (19/11/2017) Postingan akun bernama Taufieq Hidayat selalu menjadi viral di media social ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *