Home / Kesehatan / RSUD Asy-Syifa KSB Masih Kekurangan 1500 Kantong Darah
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof

RSUD Asy-Syifa KSB Masih Kekurangan 1500 Kantong Darah

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN RSUD ASY-SYIFA SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (09/11/2017)

Ketersediaan stok darah masih menjadi masalah bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Hal ini kian meningkatnya pelayanan membuat semakin meningkatnya kebutuhan darah. Dalam setahun kebutuhan darah di rumah sakit kebanggaan masyarakat Bumi Pariri Lema Bariri tersebut mencapai 2.900 kantong. Namun hingga November 2017 ini RSUD baru bisa memenuhi 1.400 kantong. Artinya dibutuhkan 1.500 kantong lagi untuk terpenuhinya kebutuhan dalam setahun.

Direktur RSUD Asy-Syifa, dr. Carlof Sitompul yang ditemui SAMAWAREA mengakui jika persoalan darah ini masih menjadi PR di rumah sakit yang dipimpinnya. Tingginya angka kunjungan dan rendahnya angka rujukan ditambah peningkatan pelayanan seperti hemodialisa (cuci darah), berdampak pada tingginya kebutuhan darah di rumah sakit ini. Untuk memenuhi kebutuhan darah tersebut, pihaknya terus melakukan berbagai upaya. Di antaranya membuka Bank Darah selama 24 jam, menggelar kegiatan donor darah di forum yasinan, dan intensif koordinasi dengan berbagai institusi seperti kepolisian termasuk Brimob, TNI dan Satpol PP sebagai pihak yang rutin dan paling banyak menyumbang darah. “Kita juga aktif menghadiri undangan apapun dan dari manapun seperti KNPI, HMI, Pemda dan lainnya sehingga terjalin kerjasama untuk menggelar kegiatan donor darah,” akunya.

Kekurangan darah ini bisa terpenuhi ungkap dr Carlof, seandainya ada yang menjual darah seperti obat pada umumnya. Sayangnya darah tidak dijual di pasaran, dan darah diperoleh dari hati-hati yang ikhlas dan rela menyumbangkan darahnya untuk kemanusiaan. Sebaliknya mendonorkan darah memiliki manfaat cukup banyak bagi di pendonor terutama dari sisi kesehatannya. Di antaranya mengurangi penyakit jantung, membakar kalori, menurunkan resiko kanker, meningkatkan produksi darah, pikiran lebih stabil, menjadi lansia yang sehat, menurunkan kolesterol, dan bagian dari pemeriksaan kesehatan.

Di bagian lain dr Carlof menyoroti tidak aktifnya PMI KSB, tidak seperti PMI di daerah lain yang intensif mencari darah. Jika PMI KSB konsisten membuka pelayanan 24 jam, pihaknya siap menghibahkan seluruh alat pendonor untuk PMI. (HEN/SR)

loading...

Lihat Juga

Inovatif, SIBULUR Plampang Dinilai Tim Propinsi NTB

SUMBAWA BESAR, SR (17/11/2017) Tim Penilai Inovasi Kecamatan dari Propinsi NTB terjun ke Kecamatan Plampang, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *