Home / Kesehatan / Obat-obatan di RSUD Asy-Syifa Selalu Tersedia

Obat-obatan di RSUD Asy-Syifa Selalu Tersedia

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN RSUD ASY-SYIFA SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BARAT, SR (09/11/2017)

Saat ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang merupakan rumah sakit Tipe C, tidak pernah mengalami kekurangan obat-obatan. Tidak seperti awal tahun kemarin yang terpaksa pasien membeli obat di luar. “Awal tahun kemarin kami sempat kekurangan obat, sehingga ada beberapa pasien yang membeli obat di luar,” kata Direktur RSUD Asy-Syifa, dr. Carlof Sitompul saat ditemui SAMAWAREA, Rabu (8/11) kemarin.

Kekurangan obat yang sempat terjadi ini jelas dr. Carlof, karena masalah di E-Kataloq sehingga pengiriman obat agak telat. Namun keterlambatan itu tidak berlangsung lama, hanya seminggu. Meski demikian saat itu sudah teratasi setelah pihaknya meminjam obat ke tempat lain dan diganti setelah obat tiba. Untuk pasien BPJS yang membeli obat di luar dapat mengklaim ke RSUD sebagai ganti biaya yang dikeluarkan. “Mulai dari pertengahan tahun ini saya sudah tidak pernah mendengar keluhan mengenai kekurangan obat. Yang saya dengar ada pasien sakit jantung yang harus kita rujuk karena kita tidak ada pelayanan jantung sehingga obat untuk itu tidak banyak tersedia. Meski begitu kita tetap usahakan untuk memenuhi kebutuhan pasien semampu kami,” ujar dokter ramah ini.

Ada juga pasien yang masih membeli obat di luar, bukan karena obat untuk menanganinya kekurangan. Biasanya dokter menyarankan menggunakan obat ini, tapi pasien mengaku sudah biasa minum obat merk lain yang tidak tersedia di rumah sakit. Dokter pun tidak bisa memaksa pasien tapi hanya menyarankan yang disertai dengan penjelasan medis. Ada juga pasien penyakit mata yang datang memeriksa dan tetap diterima meski di RSUD Asy-Syifa belum tersedia pelayanan mata. Dokter hanya merekomendasikan untuk dirujuk tapi pasien menolak seraya meminta untuk diberikan obat. Karena tidak tersedia obat dimaksud sebab tidak ada pelayanan penyakit itu, terpaksa dokter membuatkan resep obat untuk dibeli di luar. “Saya tetap berharap kepada pasien atau keluarga pasien apabila ada keluhan dan pelayanan tidak sesuai aturan, langsung menghubungi kami bukan orang lain atau masyarakat luas. Kita hanya bisa menjelaskan kepada keluarga terdekat pasien mengenai prosedur yang ada. Dan masalah penyakit sifatnya rahasia, yang boleh tau hanya dokter dan pasien saja, bukan masyarakat luas,” imbuhnya. (HEN/SR)

 

loading...

Lihat Juga

Inovatif, SIBULUR Plampang Dinilai Tim Propinsi NTB

SUMBAWA BESAR, SR (17/11/2017) Tim Penilai Inovasi Kecamatan dari Propinsi NTB terjun ke Kecamatan Plampang, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *