Home / MATARAM / KAMMI NTB Kampanyekan Spirit Kepahlawanan Maulana Syekh

KAMMI NTB Kampanyekan Spirit Kepahlawanan Maulana Syekh

MATARAM, SR (21/11/2017)

“Manusia hendaknya betul-betul bisa mensucikan jiwa, menjernihkan akhlak membangun pribadi yang baik, lahir dan batin. Setinggi apapun jabatan, sekaya apapun kita, tidak ada gunanya jika tidak ada ilmu agama, sebab kita hidup tidak selamanya di dunia ini” Demikian makna syair lagu Sasak yang ditulis langsung oleh Maulana Syekh dengan judul “Pacu Gamak”. Lagu itu pula merupakan salah satu dari puluhan karya putra terbaik NTB TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang telah dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, 9 November 2017 lalu.

Lagu tersebut dinyanyikan dan dibawakan oleh kelompok musik Eed and Friend’s (EGO Band) dengan paduan musik yang indah pada acara “Pawai Kebangsaan dan Syukuran Pemuda NTB” atas Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Maulana Syekh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, yang diinisiasi oleh Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA-KAMMI) NTB, Senin (20/11), di Ballroom Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB di Mataram.

Acara dengan tema “Bunga Cinta Untuk Pahlawan”, tersebut sengaja digelar dalam rangka mengkampanyekan dan meneladani spirit kepahlawanan Maulana Syekh melalui perjuangannya mensyiarkan Islam melalui jalur pendidikan. Pada acara yang dibuka Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi diwakili Sekda Ir.H.Rosiady Sayuti, M.Sc.P.hD tersebut, hadir sejumlah tokoh masyarakat lintas etnis. Selain Ir. H. Fahri Hamzah Wakil Ketua DPR-RI selaku Presiden KA-KAMMI NTB, juga hadir tokoh-tokoh terkenal lainnya, seperti L. Satria Wangsa tokoh dari Lombok, Mustakim Biawan tokoh dari Sumbawa, Arsyad Gani tokoh dari Bima, Ridwansyah tokoh dari Dompu. Tokoh-tokoh tersebut menyampaikan testimoni perjuangan Maulana Syekh, yang memang layak diteladani dan menjadi sumber inspirasi dalam membangun NTB kedepan.

Ketua pengurus wilayah KA-KAMMI NTB, Abdul Hayyi Zakaria menyatakan rasa bangga dan sangat bersyukur atas terpilihnya salah satu putra terbaik NTB menjadi pahlawan nasional. Ia mengajak seluruh peserta yang hadir untuk meresapi nilai-nilai kepahlawanan yang telah dicontohkan oleh Maulana Syekh. Kemudian spirit perjuangan tersebut, perlu terus digelorakan dan dikampanyekan kepada masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda dan anak-anak sejak dini, agar mereka mempunyai inspirasi dan motivasi kuat dalam berkontribusi untuk mengisi pembangunan ini kedepan.

Dalam testimoninya, Lalu Satria Wangsa, tokoh dari Pulau Lombok, mengatakan bahwa Gelar Pahlawan Nasional untuk Maulana Syekh merupakan anugerah besar bagi masyarakat Lombok dan NTB. “Bila selama ini kita masyarakat lombok kurang memiliki tempat di tataran nasional, maka kedepan dengan adanya penganugerahan ini, NTB mampu memiliki peran yang sama dengan yang lain se-nusantara,: ujarnya.

Senada dengan itu, H. Arsyad Gani selaku perwakilan tokoh Bima juga menyatakan patut berterimakasih dan bersyukur atas gelar ini, tapi yang terpenting adalah bagaimana mengaplikasikannya di dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya euforia sehari saja.

Demikian juga tokoh dari Dompu, Ridwansyah, mengungkapkan sosok Maulana Syekh ini sama seperti motto di Dompu, ‘Nggahi Rawi Pahu’, yang artinya, satunya kata dengan perbuatan atau dengan makna lain kata-kata yang telah diucapkan harus sesuai dengan perbuatan. Maulana Syekh adalah sosok yang memiliki kesatuan kata dan tindakan, serta bermanfaat untuk orang banyak.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPR RI yang juga selaku Presiden KA. KAMMI NTB, Fahri Hamzah menegaskan bahwa, pahlawan pada umumnya adalah orang-orang yang sejak dini mendapat pendidikan yang spesial, pendidikan yang baik. Ia juga mengajak semua yang hadir untuk menyelenggarakan pawai kebangsaan dan pawai persatuan agar tidak ada yang mampu mengganggu keutuhan Bangsa Indonesia. “Kalau agama sudah dijaga oleh Allah, maka bangsa ini harus dijaga oleh kita dengan bermohon kepada Allah,” tegasnya.

Maulana Syekh muncul sebagai inspirator bangsa, ketika Maulana Syekh datang untuk memacu diri maka Maulana Syekh muncul sebagai inspirator bangsa. “Ketika Maulana Syekh datang untuk memacu diri maka ketika melihat beliau kita jadi terpacu untuk belajar, untuk menuntut ilmu, dan untuk bekerja,” imbuhnya, seraya menyatakan NTB dihadiahi seorang pahlawan yang luar biasa, NTB ditantang harus mengangkat muka menjadi sokoguru Bangsa Indonesia.

Acara yang berakhir pukul 23.00 WITA ini ditutup dengan sesi foto bersama para peserta dengan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah beserta seluruh tokoh yang hadir. (JER/SR)

Lihat Juga

Boris Syaifullah Dipercaya Jabat Wakil Ketua Apnatel Jabar

BANDUNG, SR (10/12/2017) Presdir & CEO PT. Borsya Cipta Communica  (BCC), Boris Syaifullah menerima SK ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *