Home / Pemerintahan / Janda Pejuang di Sumbawa Dapat Penghargaan dan Bantuan Sosial

Janda Pejuang di Sumbawa Dapat Penghargaan dan Bantuan Sosial

SUMBAWA BESAR, SR (10/11/2017)

Sedikitnya 5 pejuang dan 5 janda pejuang mendapat penghargaan dan bantuan social dari Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa. Hal itu diberikan langsung saat upacara peringatan Hari Pahlawan di Halaman Kantor Bupati Sumbawa, Jumat (10/11) pagi. Mereka adalah M. Yasin (87 tahun), Hj. Suwarni Djari Djailani (81 tahun), Saleha Bedjo Asmidjo (84 tahun), Zaenab Markaban (81 tahun), Siamah Safary (82 tahun), Rusmini Mukiran (81 tahun), I Ketut Sujana (70 tahun), Fran Klau (70 tahun), Sudarjo (65 tahun), dan Muhammad Kemala (64 tahun).

Untuk diketahui upacara peringatan Hari Pahlawan di Kabupaten Sumbawa pada tahun ini digelar di tiga tempat. Yakni upacara di Kantor Bupati dipimpin Sekda Drs. H. Rasyidi, upacara dan tabor bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) dipimpin Dandim 1607 Letkol ARM Sumanto S.Sos dan di Pelabuhan Badas dipimpin Kapolres AKBP Yusuf Sutejo SIK MT.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Drs. H. Rasyidi yang membaca amanat Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa setiap tanggal 10 November bangsa indonesia memperingati Hari Pahlawan, sebagai momen reflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa, dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan. Pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2017 yang mengusung tema “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri”.

Diungkapkan pertempuran 10 November 1945 di Surabaya merupakan sebuah peristiwa yang memperlihatkan kepada dunia internasional, betapa segenap Rakyat Indonesia dari berbagai ras, suku, agama, budaya dan berbagai bentuk partikularisme golongan bersama sama melebur menjadi satu untuk berikrar, bergerak dan menyerahkan hidupnya, jiwa raganya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Bung Karno pernah menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Kalimat singkat dari Bung Karno tersebut memiliki makna yang sangat mendalam karena tanpa pengorbanan dan perjuangan para pahlawan dan perintis kemerdekaan, tidak akan ada gagasan besar untuk mendirikan sebuah negara yang bernama Republik Indonesia. Saat ini harapan akan masa depan yang lebih baik tersebut telah ditambatkan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden H.M. Jusuf Kalla melalui sebuah visi transformatif yang mengarahkan dan menghimpun gerak seluruh elemen Republik Indonesia yakni terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong. Dalam kerangka mewujudkan visi tersebut telah dirumuskan sembilan agenda prioritas pemerintahan ke depan yang disebut Nawa Cita. Kesembilan agenda prioritas itu bisa dikategorisasikan ke dalam tiga ranah adalah ranah mental-kultural, ranah material (ekonomi) dan ranah politik. Pada ketiga ranah tersebut, pemerintah saat ini berusaha melakukan berbagai perubahan secara akseleratif, berlandaskan prinsip-prinsip Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Ketiga ranah pembangunan tersebut bisa dibedakan tapi tak dapat dipisahkan. Satu sama lain saling memerlukan pertautan secara sinergis. Perubahan mental-kultural memerlukan dukungan politik dan material berupa politik kebudayaan dan ekonomi budaya. Sebaliknya perubahan politik memerlukan dukungan budaya dan material berupa budaya demokrasi dan ekonomi politik.

Pada akhir sambutannya Bupati menyampaikan bahwa tahun ini pemerintah telah memberi gelar Pahlawan Nasional kepada 4 orang tokoh bangsa, yang salah seorang di antaranya adalah tokoh bangsa kelahiran NTB,  Almarhum TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Selain itu Almarhumah Laksamana Malahayati dari Provinsi Aceh, Almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah dari Provinsi Kepulauan Riau dan Almarhum Prof. Drs. H. Lafran Pane tokoh dari Provinsi DIY. “Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Sumbawa menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo, karena sudah selayaknyalah Maulanasyeikh, Almarhum TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid memperoleh gelar pahlawan nasional. Kepada seluruh lapisan masyarakat Sumbawa, saya mengajak untuk terus berjuang, bekerja, berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri ini. Selamat hari pahlawan tahun 2017,” pungkasnya. (JEN/SR)

loading...

Lihat Juga

Munas dan Konbes NU 2017 Dibuka Jokowi Ditutup Jusuf Kalla

Winengan: Panitia Daerah Persilakan Tokoh NTB Ambil Peran MATARAM, SR (20/11/2017) Panitia Daerah Munas Alim ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *