Home / Ekonomi / Evaluasi TP4D, Pengerjaan Pasar Brang Bara Terbilang Cepat

Evaluasi TP4D, Pengerjaan Pasar Brang Bara Terbilang Cepat

SUMBAWA BESAR, SR (20/11/2017)

Pengerjaan Pasar Brang Bara senilai Rp 5,5 milyar sudah berjalan sebulan lebih. Progress pembangunannya dinilai cukup positif, bahkan terbilang cepat. Hal ini terungkap pada hasil evaluasi lapangan yang dilakukan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah, dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kabupaten Sumbawa, Senin (20/11) sore tadi. “Persentase pengerjaan fisiknya lebih cepat dari jadwal,” kata Erwin Indrapraja SH MH yang turun bersama Anak Agung Raka DP SH, Purning Dahono Putro SH, Lenny Marta Baringbing SH dan Rahajeng Dinar Hanggarjani SH. Ikut memantau Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Sumbawa, Drs. H. Arif M.Si.

Saat ini pengerjaan fisik Pasar Brang Bara ungkap Erwin yang juga Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sumbawa ini, sudah mencapai 32 persen. Volume pengerjaan ini lebih cepat 5 hari dari jadwal dengan kelebihan 0,5 persen. Sejumlah tiang baja dan kerangkap atap bangunan sudah terpasang. Demikian dengan dinding bata keliling juga sudah mulai berdiri.

Dalam proyek anggaran APBN ini, pengerjaan paling banyak pada item pemasangan atap. Rencananya, atapnya akan sampai dalam pekan ini. Sambil menunggu atap, TP4D merekomendasikan rekanan untuk dilakukan pemadatan. “Jangan sampai atap belum datang para pekerja menganggur. Kerjakan apa yang bisa dikerjakan. Dan sejumlah item pekerjaan yang masih belum maksimal dapat diperbaiki, sehingga tidak ada waktu yang terbuang percuma,” ujarnya.

Disinggung mengenai hasil pengerjaan, Erwin mengaku secara kasat mata cukup bagus, namun perlu diuji. Pihaknya akan menggandeng ahli konstruksi untuk kembali melakukan pengecekan pekan mendatang. “Sudah bagus, tapi harus diuji oleh ahlinya. Kami akan terus memantau agar hasil yang dicapai tepat waktu dan tepat mutu,” tandasnya.

Sementara itu Konsultan Pengawas Pasar Brang Bara, M. Basori mengakui jika pembangunan Pasar tersebut masih sesuai jadwal. Saat ini masih menunggu material atap. Sambil menunggu atap, pihaknya akan melakukan peninggian lantai dasar menggunakan pasir urug setebal 20 centimeter. “Kami akan terus bergerak seiring berjalannya waktu. Insyaa Allah kami optimis proyek ini selesai tepat waktu, dengan tetap mengutamakan kualitas,” pungkasnya. (JEN/SR)

Lihat Juga

Proses Penyelidikan Alot, Pengusaha Kayu Rugi Ratusan Juta

SUMBAWA BESAR, SR (11/12/2017) Berakhir sudah penantian panjang Muhammad Rosihan untuk mendapatkan kembali 12 kubik ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *