Home / HukumKriminal / Akad Nikah Ricuh, Mempelai Pria Nyaris Dihakimi Massa
Proses Ijab Kabul berujung ricuh, setelah sah jatuh talaq.

Akad Nikah Ricuh, Mempelai Pria Nyaris Dihakimi Massa

SUMBAWA BESAR, SR (13/11/2017)

Harusnya prosesi akad nikah disambut dengan sukacita oleh kedua mempelai IV dan LL. Namun kegiatan sakral yang digelar di Kantor KUA Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa, Senin (13/11) pagi pukul 09.00 Wita itu justru berujung ricuh. IV—sang mempelai pria nyaris dihakimi keluarga mempelai perempuan. Ini terjadi setelah IV yang baru mengucapkan ijab kabul langsung menjatuhkan talaq kepada istrinya, LL. Suasana menjadi panas, tapi dapat terkendali setelah IV dievakuasi petugas Bhabinkamtibmas Labuan Bontong ke Polsek Empang.

Menurut informasi yang dihimpun SAMAWAREA, kasus ini bermula ketika digelarnya pernikahan antara IV dan LL di Kantor KUA Tarano. Pernikahan yang dihelat sederhana ini, dihadiri Camat Tarano M.Tahkiq SH, Camat Empang Abdul Haris S.Sos, Kepala KUA Drs A. Yusyi, Kades Labuan Bontong Drs Abu bakar K.S.Pd.I, Bhabinkatibmas Labuan Bontong Bripka Nasution dan tamu undangan yang berjumlah sekitar 100 orang. Awalnya prosesi akad nikah yang dipimpin Penghulu yang juga kades setempat, Drs. Abu Bakar K. S.Pd.I berjalan aman-aman saja. Ijab kabul dan semua yang menjadi rukun nikah berlangsugn lancar. Selesai ijab kabul, tanpa diduga IV langsung menjatuhkan talaq kepada istrinya, LL. Tentu saja ucapan yang mengejutkan itu membuat penghulu naik pitam sembari memukul meja. Disaksikan tamu undangan, penghulu sempat menanyakan siapa yang mengajari IV menyebut kata talaq tersebut. Yang kemudian dijawab Ny Meylana—ibu kandung IV, jika ucapan anaknya itu tidak ada yang mengajarinya. Seketika situasi memanas. Keluarga mempelai perempuan nyaris membuat perhitungan. Beruntung petugas Bhabinkamtibmas dan anggota Satpol PP bersikap sigap mengamankan IV yang kemudian dijemput anggota piket untuk dibawa ke Polsek Empang. Puluhan massa dari mempelai perempuan yang terlanjur marah merangsek ke Mapolsek. Mereka menuntut IV diproses hukum.

Kapolsek Empang, IPTU I MD Suardika yang dihubungi tadi malam, membenarkan adanya kasus itu. Namun situasi saat ini masih kondusif. Dalam menangani kasus ini, orang tua mempelai perempuan telah melaporkan secara resmi kasus tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur dengan terlapor IV. Kini IV telah diamankan dan sedang dalam pemeriksaan intensif penyidik Reskrim Polsek Empang.

Sementara berdasarkan laporan polisi No. LP/34/XI/2017/SPKT. Sek. Empang tertanggal 13 November 2017 menyebutkan jika kasus dugaan persetubuhan anak terhadap korban ini terjadi Bulan Juni 2017 lalu sekitar pukul 20.00 Wita di pinggir Pantai Panjang Kecamatan Tarano. Akibat persetubuhan itu korban hamil. (JEN/SR)

loading...

Lihat Juga

Posting Kalimat Diduga Melecehkan “Husni-Mo”, Taufieq Hidayat Dipolisikan

SUMBAWA BESAR, SR (19/11/2017) Postingan akun bernama Taufieq Hidayat selalu menjadi viral di media social ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *