Home / Ekonomi / Sumbawa akan Menjadi Sentra Produksi Benih Bawang Merah Nasional
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Abdul Murad di sela-sela mengikuti audiensi dengan Ditjen PSP Kementan di Jakarta, Rabu (11/10) lalu (Foto: Rachman Ansori)

Sumbawa akan Menjadi Sentra Produksi Benih Bawang Merah Nasional

JAKARTA, SR (13/10/2017)

Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya untuk mendrive sector riil dengan membangun sinergi dengan semua pihak. Salah satunya adalah potensi pertanian bawang merah yang dinilai prospektif holtikultura yang kini bertumbuh kembang di Kabupaten Sumbawa.

Memperhatikan potensi bawang merah serta permintaan pasar regional dan nasional, Bupati Sumbawa HM Husni Djibril B.Sc melalui Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa telah menyampaikan proposal terkait dengan pengembangan bawang merah kepada Kementerian Pertanian RI. “Pemkab Sumbawa telah menyampaikan proposal senilai 22 milyar untuk pengembangan bibit bawang merah kepada Kementerian Pertanian RI. Jadi kami ditugaskan mewakili Pak Kadis memenuhi undangan dan beraudiensi dengan Ditjen PSP Kementan,” kata Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Abdul Murad di sela-sela mengikuti audiensi dengan Ditjen PSP Kementan di Jakarta, Rabu (11/10) lalu.

Dirjen PSP diwakili Kasubdit Pengembangan Sumber Daya Air Direktorat Irigasi Pertanian, Ir. Yandri MM didampingi Konsultan dari Islamic Development Bank (IDB), Sukadis, mengapresiasi proposal Pemkab Sumbawa. “Kabupaten Sumbawa berpotensi menjadi  Sentra Produksi Benih Bawang Merah Indonesia Bagian Timur,” kata Ir Yandri menyampaikan pernyataan Dirjen PSP Kementan.

Proposal Kabupaten Sumbawa juga diapresiasi oleh pihak IDB, bahkan IDB akan melakukan assessment terhadap jumlah anggaran secara detail berdasarkan kebutuhan sasaran 1.000 hektar. Pihak IDB memperkirakan akan lebih dari proposal kebutuhan anggaran untuk membangun Sentra Produksi Benih Bawang Merah guna menyuplai kebutuhan di Indonesia bagian timur.

Tahap awal yang direncanakan pada tahun 2018 akan dibangun sarana dan prasarananya antara lain gudang processing benih, alsintan, sarana pengairan baik pompanisasi dan pipanisasi serta kegiatan awal lainnya. “Sekitar 60 sampai 100 milyar rupiah perkiraan kebutuhan sementara,” sebut Sukadis.

Pihak IDB dan Ditjen PSP menyampaikan bahwa pengelolaan program ini harus dilakukan dengan system BLUD, karena penanganan dana hibah dari IDB ini harus dikelola secara professional manajemen bisnis. Diharapkan juga agar UPTD Balai Benih dapat menjadi unit pengelola manajemen BLUD yang professional, sehingga pada akhirnya akan mampu meningkatkan pendapatan daerah. Dalam waktu dekat pihak Kementerian pertanian dan IDB akan turun ke Kabupaten Sumbawa untuk melakukan identifitasi lokasi dan monitoring kawasan bawang merah. Serta melakukan presentasi bersama perangkat daerah terkait di Sumbawa Besar.

Bupati Sumbawa melalui Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa yang hadir saat itu, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Kementerian Pertanian dan IDB untuk menjadikan Kabupaten Sumbawa sebagai Sentra Produksi Benih Bawang Merah guna menyuplai kebutuhan di Indonesia bagian timur. Bupati Sumbawa juga akan mempersiapkan langkah-langkah strategis seperti yang disarankan oleh Kementerian Pertanian dan IDB guna menyongsong program yang memiliki multiplier effect yang besar bagi sector lainnya. (*)

Lihat Juga

Proses Penyelidikan Alot, Pengusaha Kayu Rugi Ratusan Juta

SUMBAWA BESAR, SR (11/12/2017) Berakhir sudah penantian panjang Muhammad Rosihan untuk mendapatkan kembali 12 kubik ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *