Home / MATARAM / Mengejutkan, Pasangan Haji Rusni—Haji JM Siap Deklarasi

Mengejutkan, Pasangan Haji Rusni—Haji JM Siap Deklarasi

SUMBAWA BESAR, SR (10/10/2017)

Pilgub NTB 2018 kian di ambang pintu. Beberapa pasangan bermunculan bahkan ada yang sudah dideklarasikan. Di antaranya Ahyar—Mori dan Suhaili—Amin. Menyusul nanti Doktor Zul—Rohmi dan Ali BD—Selly. Empat pasangan ini sudah melekat di hati masyarakat karena gencarnya sosialisasi yang dilakukan. Lembaga survey pun sudah mengukur tingkat elektabilitas dan popularitas keempat pasangan ini. Namun siapa sangka muncul pasangan baru. Tak pernah disebut, baliho pun tidak ada. Sosialisasi secara vulgar juga tidak pernah dilakukan, sehingga pasangan yang bakal mewarnai dinamika perpolitikan di NTB ini nyaris tak terdengar. Kendati demikian, diam-diam pasangan ini sudah terbentuk, melakukan gerakan silent sejak 2015 lalu dan telah memiliki struktur timses hingga ke tingkat dusun. Siapa dia ?

Adalah pasangan H. Ahmad Rusni SE. MM, M.Pd—Drs. H. Jamaluddin Malik. Khabarnya pasangan pengusaha dan mantan birokrat ini sudah siap mendeklarasikan diri. Tempat dan waktu telah direncanakan. Ibarat pasangan ini diam dan tak terdengar tapi matang dalam persiapan.

Ditemui di kediamannya, Keban Jorok, Desa Jorok Kecamatan Unter Iwis, Kabupaten Sumbawa, Selasa (10/10) malam, JM—sapaan Drs. H Jamaluddin Malik yang baru saja pulang haji untuk kedua kalinnya mengakui kesiapannya maju pada Pilgub NTB 2018. Ia membenarkan akan berpasangan dengan Haji Ahmad Rusni—pengusaha real estate asal Lombok Tengah. “Saya maju sebagai calon wakil gubernur berpasangan dengan Bapak Ahmad Rusni yang langsung datang melamar saya,” kata Bupati Sumbawa dua periode (2005—2015) ini.

Awalnya ia sudah tidak berkeinginan untuk maju di bursa Pilkada, namun lebih cenderung menjadi Caleg DPR RI atau istirahat total di usia senjanya yang sudah berkepala 6. Komunikasi dengan Ahmad Rusni ini juga sebenarnya sudah terbangun sejak 2015 lalu, namun tidak terlalu ditanggapinya. Demikian juga dengan banyaknya calon gubernur yang kerap menghubungi dan menawarkan untuk berpasangan. Ketika pulang haji dan kembali didatangi Haji Ahmad Rusni, mengapa keinginan itu muncul. Keinginannya untuk maju ini sempat mendapat cercaan dari orang-orang yang sempat menghubunginya via telepon, yang memintanya berhenti dan mengisi masa tuanya dengan beristirahat panjang. Tapi dalam hati ia berpikir bahwa pengadian itu tidak pernah berakhir sepanjang masih bisa bermanfaat bagi masyarakat dan daerah. Anehnya keinginan ini mendapat dukungan penuh dari istri dan anak-anak yang sebelumnya sangat getol memintanya berhenti dari politik.

Ketertarikannya berpasangan dengan Ahmad Rusni dan bersedia menjadi nomor dua menurut JM, karena tiga hal. Ia melihat Komandan Boxer NTB itu orangnya ikhlas, visioner dan mempercayainya 100 persen sebagai Wakil Gubernur ketika ditakdirkan terpilih pada Pilgub nanti. Ketertarikan lainnya adalah misi dan program yang diusung calon gubernur pasangannya ini yakni system ekonomi keummatan berbasis kerakyatan syariah dan social. System ekonomi ini diyakini menjawab persoalan ekonomi ummat terutama umat Islam yang akhir-akhir ini terkontaminasi dan teracuni oleh system ekonomi konvensional. “Untuk system ini saya belum begitu banyak bicara lebih tekhnis dengan beliau,” ucap JM.

Selain itu menjadi orang nomor dua, karena perhitungan politik dengan melihat karakter dan jumlah pemilih di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Menjadi orang nomor dua sebenarnya sangat mulia. JM mengibaratkan batu yang berada di puncak gunung, bisa berdiri dan bertahan kokoh karena ada (nomor dua) yang menopangnya. Ketika nomor dua, tiga, empat dan seterusnya ikhlas maka nomor satu bisa menjadi kuat. Ketika kuat, maka kokohlah gunung tersebut secara keseluruhan.

Disinggung mengenai dengan kendaraan politik, JM mengaku sudah diikhtiarkan. Ada dua jalur yaitu mengupayakan melalui partai politik sebab ada beberapa partai yang masih belum bersikap untuk mengusung pasangan calon. Di antaranya Hanura, PBB, PAN, PDIP dan PKB. Ada juga partai yang sudah dideklarasikan mengusung pasangan calon tapi masih goyang dan bisa dilobi. Jika ini dirasakan berat dan tidak memiliki celah, jalur independen menjadi alternative. Meski alternative, jalur ini sudah dipersiapkan secara matang sejak 2015 lalu. Artinya persyaratan untuk menjadi calon independen sudah terpenuhi dan sekarang dalam tahap konsultasi dengan KPU agar saat verifikasi nanti tidak menemui masalah. “Syarat mengumpulkan KTP untuk memenuhi calon independen adalah 335 ribu KTP, tapi kami sudah menyiapkan lebih dari 1 juta KTP,” imbuhnya.

Disinggung mengenai pasangan ini yang belum dikenal orang atau tidak terkenal seperti calon yang lebih dulu mensosialisasikan diri, JM mengakui itu menjadi tantangan. Saat pasangan lain sudah ke bulan, pasangan ini masih berada di bumi. Tapi hal tersebut bukan persoalan karena mereka sudah jalan dan melakukan gerakan dengan menyasar masyarakat bahwa meski tak terlihat. Bahkan Haji Ahmad Rusni sudah intensif masuk ke pelosok-pelosok NTB termasuk Sumbawa seperti di Labangka, Plampang dan beberapa kecamatan lain di barat, timur, selatan dan utara Sumbawa. Demikian di Bima hingga ujung Sape. Bukan hanya mensosialisasikan diri tapi sudah berbuat memberikan bantuan di berbagai bidang termasuk sarana pertanian. “Ini memang salah satu tantangan tapi bukan menjadi hambatan. Kita ikhtiar dan bismillah, insyaa Allah ada jalan,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, H Ahmad Rusni SE MM lahir di Gunung Sari 17 Juni 1973. Suami dari Dora Aredeani Sofiastuti dan ayah dari Stefani Saoumi Safitri, Arham Ariyansah Abdillah dan Dheani Dini Dwiyani memiliki karier dan riwayat organisasi yang luar biasa. Berawal dari karyawan di Pengadilan Tinggi Mataram dan Dinas PU Kota Mataram, Haji Rusni-–demikian dia disapa pernah menjadi manager pemasaran di PT Compid, kemudian mendirikan PT Dasar Ilham Sakinah dan juga menjadi owner PT Dasar Group yang kini telah memiliki cabang dan anak perusahaan di berbagai daerah. Haji Rusni pernah dipercaya sebagai Bendahara Real Estate Indonesia (REI) NTB, Ketua Kadin NTB dan Ketua HKTI NTB pada Tahun 2014 lalu. Kini Haji Rusni masih menjabat sebagai Ketua Tarung Derajat (Boxer) NTB, ketua pengurus Lansia dan yatim piatu, dan Wakil Ketua Umum Pelti. Sudah banyak perhargaan baik nasional maupun internasional diraih pengusaha muda tersebut. Di antaranya Indonesiaan Best Executive & Profesional Awards, Indonesian Top Leader Achievement Award, Indonesian Best Leadership Award, Indonesia Most Popular, Indonesian Best Development Award, Indonesia Best 50 Trusted Companies “The Best Real Estate Development of The Year 2014”. Kemudian, Greatest Achievement of Quality Award 2014 “Indonesia Top Company in Real Estate Of The Year 2014, Figur Excellence Awards, Indonesian Leader, International Best Leadersehip Award (IBLA Awards), Internastional Award of Education, dan Indonesiaan Creative Figure Award. (JEN/SR)

loading...

Lihat Juga

Semangat PPP Rebut Palu di KSB Kian Menggelora

SUMBAWA BARAT, SR (17/10/2017) Semangat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk merebut ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *