Home / Ekonomi / Festival Pesona Moyo 2017 Berakhir, Ditutup Barapan Kebo
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah menyerahkan piagam sebagai ucapan terima kasih kepada sejumlah pihak yang mendukung suksesnya FPM 2017

Festival Pesona Moyo 2017 Berakhir, Ditutup Barapan Kebo

SUMBAWA BESAR, SR (08/10/2017)

Festival Pesona Moyo (FPM) 2017 berakhir. Event terbesar di Kabupaten Sumbawa yang berlangsung sejak 10 September ini resmi ditutup Wakil Bupati Sumbawa di arena Barapan Kebo, Orong Dodat, Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hulu, Minggu sore, 8 Oktober 2017. Penutupan ini setelah final Barapan Kebo yang berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu. Hadir dalam kesempatan itu selain Wabup dan Sekda, juga para pimpinan DPRD yakni Dr. Drs. A. Rachman Alamudy SH M.Si, Ilham Mustami S.Ag, dan Kamaluddin ST. M.Si. Selain itu Dandim Letkol ARM Sumanto S.Sos, Asisten I Dr. HM Ikhsan M.Pd, Asisten III A. Rahim S.Sos, Kadis Peternakan Ir. Talifuddin, Kadis Pariwisata Ir H. Junaidi M.Si, Kadis Pertanian Tarunawan SP S.Sos, Kadis Nakertrans Ir. Syafruddin, Kadis Dukcapil Ir H Zulkifli, dan sejumlah pejabat lainnya.

Ketua Festival Pesona Moyo 2017, Drs. H. Rasyidi melaporkan bahwa rangkaian kegiatan FPM 2017 ini telah terselenggara dengan baik dan lancar. Kegiatan ini dikemas agak berbeda dari tahun sebelumnya. FPM ini didahului dengan berbagai pra event antara lain Festival Teba Murin Kecamatan Lenangguar, Sail Indonesia 2017 Stop Point Sumbawa Besar, Festival Moyo Utara dan Saka World Championship Buffalo Race Serie I. Adapun rangkaian event FPM yang terselenggara yaitu Karnaval Pawai Budaya, Pagelaran Seni Budaya, Pameran Pembangunan Ekspo UMKM dan Pasar Rakyat, Temu Usaha UMKM, Dialog Pariwisata, Jambore Kader Konservasi dan Jelajah Alam Pulau Moyo. Kemudian Festival Suar Teja Raboran, Main Jaran, Parade Malala 1 Muharram 1439 H, Balap  Sampan, Fishing Contest, Diskusi Budaya dan FGD Ekowisata, Gebyar Pesta Jagung dan Pawai Budaya OPD. Selanjutnya Samawa 10 K, Festival Rantok 1001 Deneng, Festival Lampas Pasan, Dialog Budaya Bersama Sineas Budayawan Artis Nasional Slamet Rahardjo dan ditutup dengan Barapan Kebo.

Meski FPM telah ditutup, ungkap Haji Rasyidi yang juga Sekda Sumbawa ini, namun geliat festival akan terus bergelora hingga Desember 2017 mendatang. Beberapa kecamatan dengan nuansa budaya dan atraksi masing-masing menggelar berbagai festival yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya menggeliotkan pesona Sumbawa sebagai modal berkembangnya industri pariwisata di daerah ini. Adapun even budaya yang menjadi pengembangan FPM 2017 antara lain Festival Pesona Raja Kepe di Empang, Festival Sarembang Desa di Kecamatan Lopok dan Festival Pesona Gerbang Barat di Alas Barat, Festival Pesona Agal di Kecamatan Alas dan Festival Kampung Syahdu di Kecamatan Lantung. Akhir tahun masyarakat dan wisatawan dapat menikmati sensasi Festival Gili Dewa di Kecamatan Tarano. “FPM sebagai agenda tahunan pariwisata Kabupaten Sumbawa akan semakin menemukan momentumnya menuju mayor even promosi pariwisata terintegrasi yang selalu kita banggakan dan nantikan baik oleh masyarakat di daerah ini maupun masyarakat pariwisata lainnya yang ada di Indonesia dan mancanegara,” ucapnya.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah saat menutup FPM 2017, berharap penyelenggaraan event tahun tersebut dapat ditingkatkan kualitasnya dan lebih fokus dalam pelaksanaannya. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian semua pihak. Pertama, panitia festival dapat meningkatkan koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat sehingga FPM dapat menjadi agenda pariwisata provinsi maupun pusat. Kedua, mendorong keterlibatan pelaku-pelaku usaha pariwisata dalam pelaksanaan FPM. Ketiga, panitia penyelenggara dapat mengintegrasikan seluruh sektor-sektor pendukung FPM sehingga kegiatan semakin baik. Keempat, mengingat tahun ini cukup banyak kecamatan yang melaksanakan kegiatan-kegiatan festival, ia meminta agar dapat dioptimalkan pelaksanaannya, dengan cara panitia kabupaten dapat mengatur agenda pelaksanaan kegiatannya sehingga setiap bulan ada terdapat event-event pariwisata yang dapat disaksikan oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara. Ini akan menambah daya tarik bagi daerah. Kelima, meminta Sekda selaku Ketua TAPD memperhatikan anggaran sektor-Sektor yang akan mendukung kemajuan pariwisata daerah. Keenam, meminta kepada semuanya termasuk ASN dan masyarakat sumbawa untuk ikut mempromosikan kekayaan budaya maupun potensi wisata daerah melalui media online dan media sosial. “Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para penyelenggara, polisi, TNI, camat, para seniman dan budayawan, advertoring, blogger, travel agen dan jajaran pers atas dukungan terselenggaranya FPM 2017 dengan meriah, lancar, menghibur dan penuh makna ini. Semoga ikhtiar sahabat sekalian dalam melestarikan dan mengembangkan budaya dan pariwisata Sumbawa semakin memperkokoh kebersamaan kita guna membangun masyarakat Sumbawa yang hebat dan bermartabat,” pungkasnya.

Sementara hari terakhir Barapan Kebo menampilkan para pasangan kerbau favorit yang menjadi langganan juara di setiap event serupa. Pada partai final sore tadi, empat pasang kerbau berhasil mendapatkan hadiah masing-masing 1 unit sepeda motor. Sang jawara ini selain berhasil menyentuh saka juga tercepat di kelasnya. Adalah Putra Macan, Putra Mas, Bongkar dan Safari Ramadhan.  (JEN/SR)

Lihat Juga

Proses Penyelidikan Alot, Pengusaha Kayu Rugi Ratusan Juta

SUMBAWA BESAR, SR (11/12/2017) Berakhir sudah penantian panjang Muhammad Rosihan untuk mendapatkan kembali 12 kubik ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *