Home / Pemerintahan / Berlakukan Absensi Sholat Berjamaah, Pegawai KSB Padati Masjid

Berlakukan Absensi Sholat Berjamaah, Pegawai KSB Padati Masjid

SUMBAWA BARAT, SR (12/10/2017)

Berbagai cara dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat meningkatkan kedisiplinan pegawai untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Seperti halnya diwajibkan bagi pegawai untuk sholat dzuhur dan asyar berjamaah di Masjid Agung Darussalam lingkungan KTC. Kewajiban ini untuk mendorong agar pegawai kembali ke kantor tepat waktu, di samping semakin meningkatnya iman dan taqwa pegawai sehingga terhindar dari niat yang kurang baik atau penyelewengan amanah yang diberikan.

Pemerintahpun bukan hanya menuntut pegawainya untuk terus bekerja tanpa memikirkan kesejahteraannya. Khusus PTT dan Honorer gajinya dinaikan sejak Agustus 2017 lalu. Langkah ini dilakukan agar semangat pelayanan pimpinan daerah dan pegawainya berbanding lurus untuk kesejahteraan masyarakat. Namun seiring waktu, jamaah pegawai sholat dzuhur dan asyar semakin berkurang. Dari beberapa shaf untuk sholat dzuhur tersisa hanya tiga shaf, dan asyar kurang dari dua shaf. Melihat kondisi masjid yang sepi, pemerintah menerapkan aturan baru yaitu absen di masjid setiap sholat dzuhur dan asyar. Sanksinya, bagi pegawai yang tingkat kehadirannya kurang dari syarat yang ditentukan akan dikeluarkan dari lingkungan pemerintahan di KTC. Sedangkan untuk PTT dan honorer bisa dipecat karena dinilai tidak bisa diatur dan bersikap disiplin. Aturan baru itu mulai berlaku sejak Senin (9/10) lalu. Tidak heran di hari pertama itu, jamaah sholat dzuhur dan asyar di Masjid Darussalam membludak, dari sebelumnya kurang dari tiga shaf kini bisa mencapai 10 shaf.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin ST mengatakan ia dan Bupati sangat gembira melihat ramainya pegawai yang datang melaksanakan sholat berjamaah. Ini akan menjadi semangat tersendiri bagi pegawai dalam melayani masyarakat KSB untuk lebih baik. Selain itu sholat berjamaah ini menjadi wadah silaturrahim antar pegawai. “Kami mohon maaf kepada seluruh pegawai dengan peraturan baru ini. Kami harus tegas karena sholat berjamaah ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kami selaku pemimpin kepada Allah SWT,” serunya.

Ia berharap kehadiran pegawai untuk sholat berjamaah ini bukan karena absensi atau aturan baru tersebut. Tapi laksanakan dengan hati ikhlas untuk mengharap ridho Allah, di samping sebagai kewajiban pegawai terutama yang beragama Islam. “Semoga dengan sholat berjamaah mampu mencegah pegawai dari perbuatan tercela,” pungkasnya. (HEN/SR)

 

Lihat Juga

Keempat Kalinya, Sumbawa Raih Penghargaan Kabupaten Peduli HAM

SOLO, SR (10/12/2017) Kabupaten Sumbawa kembali meraih penghargaan sebagai Kabupaten Peduli HAM. Penghargaan yang diraih ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *