Home / Kesehatan / 30.895 Peserta BPJS di Sumbawa dan KSB Menunggak

30.895 Peserta BPJS di Sumbawa dan KSB Menunggak

SUMBAWA BESAR, SR (11/10/2017)

Tunggakan BPJS Kesehatan di wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terbilang cukup tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang melakukan tunggakan pembayaran.

Kepala BPJS Cabang Bima, Elly Widiani yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Selasa (10/10) kemarin, mengakui hal itu. Berdasarkan datanya jumlah peserta yang menunggak pembayaran BPJS Kesehatan mencapai 30.895 orang. Jumlah ini tersebar di Kabupaten Sumbawa 23.590 orang, dan KSB 7.305 orang. Namun yang menunggak ini adalah peserta BPJS non PBI (bukan penerima bantuan iuran) atau biasa disebut BPJS Mandiri. Sedangkan yang PBI sudah dibayarkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Sebab PBI ini ada dua yakni PBI APBN yang dibayar pemerintah pusat dan PBI APBD yang iurannya dibayarkan pemerintah daerah (Pemda) setiap bulannya. “Yang menunggak ini semuanya peserta BPJS non PBI,” kata Elly—akrab wanita ramah ini disapa.

Tunggakan ini bisa terjadi ungkap Elly, karena mereka tidak mampu membayar. Pasalnya mereka mendaftar sebagai peserta BPJS non PBI pada saat mereka membutuhkannya atau ketika sakit guna keringanan dalam pembiayaan perawatan dan pengobatan di rumah sakit.

Berbagai upaya yang dilakukan BPJS Kesehatan untuk menagih tunggakan tersebut. Elly mengaku pihaknya mengontak satu per satu peserta menunggak baik melalui telepon ataupun bersurat. Upaya lainnya merekrut kader JKN yang bertugas memberikan informasi kepada masyarakat yang menunggak dan mendampingi peserta untuk membayar iuran. Karena kader JKN sendiri adalah channel pembayaran BPJS Kesehatan. Selain itu berkoordinasi dengan Pemda agar mengambil alih kepesertaan yang menunggak khususnya peserta yang mendaftar di Kelas 3 untuk didaftarkan menjadi peserta Jamkesda. “Ini yang sedang kami lakukan,” ungkap Elly.

Elly menghimbau masyarakat yang menjadi peserta agar tertib membayar iuran kepesertaan. Dengan demikian, jaminan proteksi terhadap peserta dapat terus berkelanjutan. Peserta juga harus memahami bahwa BPJS adalah model asuransi subsidi silang dengan maksud gotong royong membiayai pelayanan kesehatan bersama, yang dapat membangun solidaritas dalam masyarakat. Sesuai mottonya “Dengan Gotong Royong Semua tertolong”. “Iuran ini harus dibayar baik ketika sakit maupun sehat. Ketika sakit, pembayaran iuran kepesertaan akan dirasakan dengan berbagai manfaat yang diperoleh. Tapi ketika sehat, iuran juga harus tetap dibayar dengan pemikiran bahwa iuran yang dibayarkan adalah sarana saling membantu sesama,” pungkasnya. (JEN/SR)

loading...

Lihat Juga

Roadshow PKK NTB di Sumbawa, Canangkan Kampung KB

SUMBAWA BESAR, SR (11/10/2017) Selepas dari Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Tim Penggerak PKK NTB melakukan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *