Home / HukumKriminal / SS: Agar Tidak Hamil, Saya Diminta Minum Sprite
Korban didampingi ayahnya saat diminta keterangan oleh penyidik Polsek Plampang

SS: Agar Tidak Hamil, Saya Diminta Minum Sprite

Pengakuan Siswi SMP yang Dicabuli Siswa SMK

SUMBAWA BESAR, SR (27/02/2017)

Setelah sempat syok, SS (14) siswi SMP yang menjadi korban pencabulan MS (17) siswa SMK, mendatangi Polsek Plampang untuk memberikan keterangan terkait kasus yang menimpanya. Gadis ingusan itu datang didampingi kedua orang tuanya, Senin (27/2).

Dalam keterangannya di hadapan Bripda Andini Mariska–penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polsek setempat, korban menuturkan ikhwal memilukan tersebut. Berawal pada 8 Februari lalu sekitar pukul 09.00 Wita, korban yang hendak pulang bertemu dengan pelaku di depan sekolahnya. Pelaku yang datang menggunakan sepeda motor sengaja datang menjemputnya mengajak korban ke Bendungan Tiu Kulit. Keduanya pun berangkat dabn tiba di rumah pertemuan komplek bendungan tersebut. Tidak menunggu waktu lama, pelaku langsung beraksi menggerayangi korban. Korban kemudian diajak bergeser ke batu besar yang berada di belakang rumah pertemuan tersebut. Di batu itu pelaku meminta korban membuka celana untuk berhubungan intim. Korban menolak tapi pelaku memaksanya. Celana korban dilucuti, lalu pelaku melakukan aksi tak senonoh. Setelah melakukan aksinya, pelaku mengingatkan korban untuk tidak sekali-kali menceritakan kejadian itu kepada pacar korban maupun teman dekatnya. Dari penuturan ini terungkap jika antara korban dan pelaku tidak memiliki hubungan asmara. Selanjutnya pelaku mengantar korban pulang ke Lape.

Dua minggu kemudian, tepatnya 24 Februari sekitar pukul 11.00 Wita, pelaku datang menemui korban. Saat itu pelaku datang bersama rekannya berinisial YS. Kebetulan juga korban bersama temannya, SN. Teman korban menyampaikan kepada pelaku bahwa korban hamil. Pelaku terlihat kaget dan sempat menanyakan kebenaran itu yang diiyakan korban. Meski sedikit ragu, pelaku menyatakan siap menikahi korban. Tapi pelaku langsung memberikan uang Rp 6000 kepada korban untuk membeli sprite. Minuman tersebut diharapkan dapat menggugurkan kandungan korban. “Katanya biar saya tidak hamil, saya harus minum sprite,” ujar korban polos.

Sementara ZA–ayah korban mengaku sangat terkejut dan malu atas musibah yang menimpa putrinya. Ia menyatakan tidak akan memaafkan perbuatan pelaku dan meminta polisi untuk memprosesnya secara hukum. (BUR/SR)

Lihat Juga

Buron Sejak 2013, Mantan Kepala Pertamina Sumbawa Ditangkap di Malang

MATARAM, SR (12/11/2019) Mantan Kepala Pertamina Depot Badas Sumbawa, M Nasir AW yang telah beberapa ...

One comment

  1. IRWAN SATRIAWAN, ST. MT.

    Nan rua tau main api, ya coba2 sekedi akhirnya sesal de terjadi, mundur tak bisa keluarga pun jadi malu besar krn aib, yg belum pada waktunya.
    Pacaran bukan saja banyak malapetakanya tapi jg bencana, klo mo yg diajarkan kyk gitu mo jd apa Desa Darat qta.
    Kingkin diri thdp pacaran jauh lebih baik dan Ta’aruf pd waktu jauh lebih Islam dan banyak yg ridhai, selamat dunia selamat akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *