Home / MATARAM / SMAN 7 Mataram Masih Haus Prestasi
Kepala SMPN 7 Mataram Drs HM Muzakki

SMAN 7 Mataram Masih Haus Prestasi

MATARAM, SR (10/01/2017)

Meski sudah mengoleksi berbagai rentetan prestasi baik akademik maupun non akademik, SMA Negeri 7 Mataram nampaknya masih haus akan prestasi yang diraih sepanjang 2016 lalu. Buktinya, pihak sekolah sendiri menyatakan akan lebih fokus melakukan peningkatan dari segala sisi. Terutama pada pembinaan yaitu pembentukan karakter siswa dan pembenahan manajemen sekolah. “Alhamdulillah, masalah prestasi kami sudah cukup baik. Tapi, kami optimis bisa lebih baik lagi di tahun ini,” demikian dikatakan kepala sekolah setempat, Drs. HM Muzakki kepada media ini, Selasa (10/1).

Menurutnya, pencapaian prestasi yang sudah diraih ini tetap saja kurang. Karena bagi pihaknya meraih segudang prestasi adalah keharusan. Selain itu, tertanam lekat bahwa motivasi dan rasa optimis dalam meraih sesuatu merupakan bagian yang utama untuk dikembangkan. “Sudah pasti kami belum puas. Bukan berarti tidak bersyukur tapi kami ingin terus berupaya meraih capaian prestasi yang lebih baik lagi dari sebelumnya,” ujar Muzakki.

Secara umum pestasi yang sudah berhasil dicapai ini sebutnya, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. “Sekolah ini sangat dikenal dengan nuansa keagamaan. Kami tidak ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik saja, tapi juga cerdas secara spiritual. Dan kami juga sangat dikenal dengan sekolah yang menerapkan sistem manajemen roah (kebersamaan) terbaik,” ucap mantan kepala SMAN 5 Mataram ini.

Dijabarkannya, manajemen roah ini adalah manajemen yang lebih mengarah pada sistem kebersamaan. Dicontohkannya, apabila terjadi satu persoalan, maka tidak serta merta langsung mengambil keputusan. Melainkan, harus melalui muzakarah mufakat. “Walaupun saya kepala sekolah, saya tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Segala sesuatunya harus rembuk dulu dan diputuskan secara bersama-sama. Jadi inilah mengapa sekolah kami sangat dikenal dengan sistem manajemen roah (kebersamaan) nya,” kata Muzakki.

Sedangkan untuk masalah spiritual siswa, bagi para siswa beragama muslim diwajibkan setiap hari membaca Al-Qur’an bersama. Kemudian bagi siswa yang non muslim melakukan hal serupa, namun di tempat khusus yang sudah dipersiapkan. Bahkan guru juga dituntut belajar Al-Qur’an. “Tidak hanya siswa, tapi guru juga ikut serta membaca Al-Quran seperti terjemahan Al-Qur’an, perbaikan bacaan, dan yasin bersama,” pungkasnya. (NA/SR)

Lihat Juga

Meneladani Rasulullah dalam Membangun SDM Menuju Indonesia Maju

JAKARTA, SR (10/11/2019) Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin menggelar acara Peringatan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *