Home / Pendidikan / Ponpes Dea Malela Siap Jadi Pusat Peradaban Dunia

Ponpes Dea Malela Siap Jadi Pusat Peradaban Dunia

SUMBAWA BESAR, SR (09/02/2016)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mochammad Basoeki Hadimoeljono, melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid dan komplek Pondok Pesantren Modern Internasional “Dea Malela” di Dusun Pamangong, Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, Selasa (9/2) sore tadi. Rencananya peletakan batu pertama ini akan dilakukan langsung Presiden RI Ir H Joko Widodo usai menghadiri peringatan puncak Hari Pers Nasional (HPN) ke-70 di Mataram, NTB. Karena pertimbangan cuaca dan kesibukan presiden yang cukup padat, kedatangan Jokowi batal. Sebagai gantinya, Presiden mengutus dua menterinya untuk merealisasikan rencana tersebut. Ikut mendampingi kedua menteri tersebut yang terbang menggunakan Helikopter dari Bandara Internasional Lombok (BIL) ini, Wakil Ketua DPD RI Jend (Purn) Prof Dr Farouk Muhammad. Hadir dalam kesempatan itu Penjabat Bupati Sumbawa Drs H Supran MM, Bupati Terpilih HM Husni Djibril B.Sc dan Wakil Bupati Terpilih Drs H Mahmud Abdullah, Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) serta sejumlah pejabat lainnya.   Ponpes milik tokoh Islam dunia asal Sumbawa, Prof Dr M Din Syamsuddin ini diproyeksikan akan rampung Juni 2016 mendatang. Rencananya Presiden Jokowi bersedia hadir untuk meresmikannya. Secara tidak langsung keberadaan Ponpes ini menambah perbendaharaan lembaga pendidikan unggulan di Kabupaten Sumbawa.

Prof Dr M Din Syamsuddin menyambut kedatangan Menteri PUPR dan Mendikbud
Prof Dr M Din Syamsuddin menyambut kedatangan Menteri PUPR dan Mendikbud

Ketua Pembina Yayasan Dea Malela, Prof Dr M Din Syamsuddin menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung berdirinya Ponpes Dea Malela. Pembangunan pesantren ini merupakan cita-cita yang sudah sejak lama dipendam. Ia berkomitmen menjadikan Ponpes tersebut menjadi salah satu pusat pembelajaran Islam internasional. “Tekad kami ingin menjadikan Ponpes Dea Malela ini yang terbaik dari semua yang sudah sangat baik di Indonesia selama ini. Insya Allah kami ikut berpartisipasi membangun peradaban dunia dari sini karena para santri dan tenaga pendidiknya sebagiannya berasal dari mancanegara,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.

Untuk merealisasikan ambisinya ini, Ia menyatakan akan terlibat langsung dalam pengembangan pesantren yang menerima santri setara SMP dan SMA sederajat itu, sehingga Ponpes ini mampu melahirkan ulama dan cendikiawan muslim dunia. “Kami tetap berharap semua pihak terus mendukung dan membantu mewujudkan berkembangnya Ponpes yang mengambil nama salah satu ulama dunia ini,” ujarnya seraya mengajak seluruh masyarakat Lenangguar untuk ikut menjaga keberadaan Ponpes tersebut karena akan banyak dampak positif yang dirasakan masyarakat setempat. (JEN/SR)

Lihat Juga

Soal Polemik Caleg Impor, HBK: Saya bukan Monster !

MATARAM, SR (13/11/2018) Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H Bambang Kristiono menilai ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *