Home / Ekonomi / Belanja Lebih Mudah dengan BRIZZI

Belanja Lebih Mudah dengan BRIZZI

Uang Isi Ulang BRI

Sumbawa Besar, SR (09/07/15)

Tanpa membawa uang tunai, belanja bisa lebih mudah. Hanya dengan membawa kartu BRIZZI, barang yang diinginkan masyarakat terutama di toko, mall atau SPBU yang menjadi agen (merchant) BRI dapat diperoleh. BRIZZI adalah uang isi ulang atau uang elektronik BRI, sebagai pengganti uang tunai yang selama ini dinilai ribet. BRIZZI memang masih awam bagi masyarakat terutama di Kabupaten Sumbawa. Namun demikian BRIZZI mulai ‘merakyat’ terbukti dengan pengguna BRIZZI yang terdaftar di BRI hingga Mei 2015 mencapai 3.100 orang. Bahkan merchant BRI yang tersebar di sejumlah wilayah Sumbawa dan KSB telah mencapai 52. Masyarakat dapat berbelanja di sejumlah tempat ini dengan menggunakan BRIZZI.

Pimpinan BRI Sumbawa, Anis Abdul Hakim didampingi Opick pemilik Bazaar Ramadhan, memperlihatkan cara cerdas berbelanja menggunakan Kartu BRIZZI
Pimpinan BRI Sumbawa, Anis Abdul Hakim didampingi Opick pemilik Bazaar Ramadhan, memperlihatkan cara cerdas berbelanja menggunakan Kartu BRIZZI

Untuk memperkenalkan lebih dekat bagaimana cara menggunakan BRIZZI, Pimpinan BRI Cabang Sumbawa, Anis Abdul Hakim didampingi Wahyu Endrajaya selaku Supervisor Penunjang Operasional, mengajak sejumlah wartawan ke Bazaar Ramadhan Opick yang berlokasi di Jalan Hasanuddin, Kamis (9/7). Bazaar ini merupakan salah satu merchant yang bekerjasama dengan BRI. Ternyata sebagian besar yang berbelanja di tempat itu menggunakan BRIZZI. Mereka terlihat antusias selain dapat mengetahui jumlah saldo, juga berbelanja menggunakan BRIZZI di bazaar tersebut mendapat diskon 10 persen. Tak hanya itu struk pembelian bisa langsung ditukar dengan mie instans, gula, minyak goreng dan lainnya. “Saya belum lama menggunakan BRIZZI, belanja menjadi lebih mudah. Kalau bawa uang tunai ribet dompet terasa sesak. Belum lagi kami harus mendapat kembalian uang receh, uang robek bahkan permen. Nah dengan BRIZZI semua itu tidak ada lagi,” ucap Iksan—salah seorang pelanggan Opick.

Hal ini diakui Opick—Pemilik Bazaar Ramadhan. Kepada SAMAWAREA, Opick menyatakan dengan kartu BRIZZI tidak perlu ada uang kembalian. Berapa jumlah pembelian itulah uang yang tersedot dari kartu BRIZZI. “Biasanya ada orang yang tidak mau dikembalikan dengan uang robek atau receh, atau mungkin juga permen. Dan sangat pas jika menggunakan BRIZZI,” katanya.

Pembeli tengah bertransaksi menggunakan BRIZZI
Pembeli tengah bertransaksi menggunakan BRIZZI

Menurut Opick, sudah saatnya masyarakat menggunakan BRIZZI (uang isi ulang) mengingat ini era digital semua serba praktis dan mudah. “Air saja isi ulang, demikian juga pulsa, dan sekarang uang yang isi ulang, apa tidak mudah,” ujar Opick dengan mimik serius. Tidak hanya menguntungkan pembeli, BRIZZI juga menguntungkan penjual atau pedagang. Uang hasil penjualan dapat langsung ke bank tanpa perlu ke bank. Hasil penjualan juga tidak perlu dihitung atau dirapikan sebagaimana uang kertas tunai yang kusut sebab secara otomatis sudah terhitung di mesin. “Sangat aman dan praktis,” tandasnya, seraya mengakui antusiasme masyarakat menggunakan BRIZZI sudah terlihat. Buktinya transaksi di Bazaar miliknya menggunakan uang elektronik ini meningkat pesat. “Pertama saat pengenalan sehari hanya 1 juta, sekarang bisa sampai 9 juta rupiah. Ada yang belanja pakai BRIZZI, isi ulang dan membeli kartu BRIZZI,” bebernya.

Pimpinan BRi Sumbawa, Anis Abdul Hakim mempromosikan BRIZZI
Pimpinan BRi Sumbawa, Anis Abdul Hakim mempromosikan BRIZZI

Sementara itu Pimpinan BRI Cabang Sumbawa, Anis Abdul Hakim mengakui jika penggunaan uang elektronik BRI atau BRIZZI masih dalam tahap pengenalan. Meski sudah dua tahun berjalan namun sejak Ia menjabat sosialisasi semakin diintensifkan. Penggunaan uang elektronik ini salah satunya membantu program pemerintah yakni gerakan non tunai. “Ini lebih simpe dan praktis, bawa satu juta di dompet agak kelihatan tebal, tapi kalau kartu BRIZZI ini tidak kelihatan isinya tapi kelihatan manfaat dan kemudahannya,” ujarnya, karena transaksi dilakukan berdasarkan teknologi chip dengan saldo maksimal Rp 1 juta.

Banyak keuntungan yang diperoleh dengan BRIZZI. Selain dapat dimiliki oleh siapapun tanpa harus memiliki rekening BRI, nilai uang di dalam kartu dapat diisi ulang/Top Up (via EDC maupun ATM). Isi ulang BRIZZI dapat melalui rekening BRI maupun bank lain, serta dapat digunakan di merchant yang sudah bekerjasama dengan BRI. “Transaksi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, tidak melakukan pembayaran dengan menggunakan uang tunai dan tidak direpotkan dengan uang recehan,” imbuhnya.

Meski masih tahap pengenalan, namun sudah banyak yang menggunakan BRIZZI. Jumlah kartu BRIZZI yang beredar di wilayah Sumbawa dan KSB hingga Mei 2015 mencapai 3.100 buah. Termasuk di Bazaar Ramadhan milik Opick yang ditargetkan 500 transaksi hingga usai ramadhan justru kenyataan sekarang sudah sampai 730 transaksi. Demikian penjualan kartu BRIZZI di Opick sudah mencapai 257 buah jauh melebihi target yang hanya 100 buah dengan nominal transaksi Rp 35 juta. Kemudian isi ulang BRIZZI sebanyak 201 transaksi. Ke depan Ia optimis keberadaan BRIZZI semakin diterima masyarakat karena sangat membantu dalam berbelanja. Bagi yang ingin mendapatkan kartu BRIZZI dapat menghubungi kantor cabang dan kantor cabang pembantu BRI, dengan harga Rp 20 ribu per kartu. Namun Anis—akrab bankir low profil ini, mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati mengingat kartu BRIZZI sama dengan uang tunai. Jika hilang dan ditemukan oleh orang yang mengerti menggunakannya maka saldo yang masih tersisa dalam kartu BRIZZI akan lenyap. “Tidak ada safety sama dengan kita membawa uang tunai. Kartu hilang tidak dapat diganti dan harus membeli yang baru, dan saldo yang ada tidak dapat diblokir,” tangkasnya seraya menginformasikan jika nasabah menemui kendala transaksi menggunakan BRIZZI dapat langsung menghubungi Call BRI. (Jen/SR)

Lihat Juga

Bupati KSB Janjikan ASN Pendamping Pokmas Hadiah, Uang atau Naik Eselon

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL SETDA KSB SUMBAWA BARAT, SR (11/3/2019) Bupati Sumbawa ...

One comment

  1. Kartu sampah… Saldo yg sudah tertanam gak bisa di uangkan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *