Home / HukumKriminal / LATS dan Sultan Sumbawa Dipolisikan

LATS dan Sultan Sumbawa Dipolisikan

Sumbawa Besar, SR (06/09)

Dewan Hadat Kedatuan Taliwang Kamutar Telu Kesultanan Sumbawa Trah Gowa Tallo bereaksi keras terhadap silsilah Kesultanan Sumbawa yang diterbitkan Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) belum lama ini. Pasalnya, silsilah tersebut dinilai palsu. Reaksi ini disikapi Dewan Hadat Kamutar Telu dengan menempuh upaya hukum. Upaya ini diwujudkan dengan mempolisikan pihak Kesultanan Sumbawa ke Polres Sumbawa, kemarin. “Ini langkah untuk untuk kebenaran dan pelurusan sejarah,” kata Dinul Haq Prabudjaya selaku Sekretaris Dewan Hadat Kamutar Telu.

Dinul Haq menyebutkan dokumen tertanggal 21 April 2014 itu telah dipalsukan Hasanuddin dari LATS dan Daeng Ewan Sultan Muhammad Kaharuddin IV. Dalam dokumen dicantumkan bahwa Anom menikah dengan Karaeng Bonto Masugih. Padahal Raja Gowa tidak pernah menyatakan atensi ataupun persetujuan atas diterbitkannya dokumen tersebut. ‘’Tidak ada pernikahan seperti yang diklaim oleh Hasanuddin dan saudara Ewan (Sultan Muhammad Kaharuddin IV, Red) ini,” ujar Dinul Haq.

Sumbawa atau Samawa yang pernah ada kesultanannya adalah dari Dinasti Dewa Dalam Bawa di bawah kepemimpinan Sultan Sumbawa Mas Bantan Datu Loka dan diteruskan oleh Amasa Samawa, dan I Mappasusung Mappadusu Sultan Kaharuddin I Sultan Sumbawa Datu Taliwang. “Karena itu telah terjadi pembelokan sejarah terkait eksistensi silsilahnya oleh Belanda dan Daeng Ewan (Muhammad Kaharuddin IV) dan Hasanuddin—oknum LATS,” tuding Dinul Haq.

Untuk mengembalikan harkat dan martabat sebagai penerus silsilah langsung Mas Bantan Datu Loka, Ia mendesak Kapolres memeriksa dua oknum tersebut terkait dengan pemalsuan dokumen sebagaimana pasal 263 KUHP dan UU Cagar Budaya. Silsilah yang dipalsukan adalah silsilah Mas Bantan Datu Loka, sedangkan yang dibuat Hasanuddin mencantumkan referensi Kerajaan Gowa, sementara Kerajaan Gowa tidak pernah memberikan atensi, persetujuan dan pengesahan atas dokumen silsilah yang mereka buat. ‘’Mereka mengklaim sebagai keturunan Mas Bantan Datu Loka dan Mapasusung Kaharuddin I. Mereka bukan keturunan langsung. Tidak ada itu,” tambahnya. Terhadap hal ini Dewan Hadat Kedatuan Taliwang Kamutar Telu Kesultanan Sumbawa Trah Gowa Talo, sangat dirugikan atas pemalsuan dokumen ini.

Tidak Benar Silsilah Palsu

Sementara H Hasanuddin S.Pd—salah satu Ketua LATS yang dilaporkan, membantah silsilah tersebut palsu. Dijelaskannya, silsilah Kesultanan Sumbawa disosialisasikan berdasarkan bukti dan catatan sejarah baik yang bersumber dari Sultan Sumbawa, Bima, Gowa, Makasar dan Banjar, serta buku yang dibuat penulis Belanda. Hal ini dilakukan untuk menyikapi banyaknya informasi yang simpang siur berkembang melalui dunia maya dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Haji Ace—akrab Ia disapa, bukti sejarah kesultanan Sumbawa masih bisa ditelusuri dari peninggalan sejarah berupa Istana Dalam Loka, warisan dan lambang kebesaran (Parewa Kemutar), serta beberapa peninggalan lainnya. “Sekali lagi saya katakan, sangat tidak benar jika silsilah yang disosialisasikan Kesultanan Sumbawa ini dikatakan palsu,” tandasnya.

Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM yang dikonfirmasi Jumat (5/9) mengakui adanya laporan tersebut. Karena laporannya secara tertulis, Kapolres menyatakan akan mempelajarinya dan selanjutnya memanggil semua pihak terkait. “Apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum, maka kasusnya akan ditindaklanjuti secara pidana,” pungkasnya. (*) Baca juga di Gaung NTB

 

Lihat Juga

Kembali Longsor Menelan Korban, 3 Tewas di Negekeo NTT

NEGEKEO NTT, SR (12/11/2018) Bencana longsor terus mengancam masyarakat seiring meningkatnya curah hujan. Pada tahun ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *